Kamis, 19 Februari 2015

FF: The Darkness Part #3


hello semua,saya balik lagi dengan FF horror yang saya buat yg judul nya "I here with you" :D sebelum nya ada perngatian judul diFF saya yang ini :D yasudah berharap cerita nya dapat memuaskan pembaca :D dan maaf kalo FF ini gaje banget :D dan sekali lagi maaf kalo ada typo :D okee selamat membacaaa.......







Tubuh Fran pun seakan tersontak kaget."Kau?,ada apa kau kemari malam-malam begini" tanya nya sambil memasang raut wajah yang begitu heran.

"Ah maaf jika aku menggangu mu,aku hanya ingin membalikan ini" seru nya,pria itu pun langsung memberikan sebuah pita berwarna hitam yang digunakan oleh Fran tadi sore.

Fran pun sedikit kebinggungan"bagaimana benda itu bisa dengan mu?" Tanya nya.

"Apa kau lupa? Tadi sore kau menambrak ku di tengah hutan dan tak sengaja pita mu terjatuh,ketika aku ingin membalikan nya kau sudah lari duluan" seru pria itu memberi penjelasan.

"Ow ya terima kasih kau sudah mengembalikan nya...hmm" seru fran sambil memberi isyarat untuk mengetahui nama pria itu.

Untung nya pria itu dapat mengerti isyarat yang di berikan kepada Fran dan ia pun langsung mengatakannya "Panggil saja 
nama ku Alex" seru pria itu.

"Baik lah alex,senang mengenal mu "seru fran sambil mengembangkan senyuman nya.

"Yasudah maaf jika aku menganggu mu dimalam begini,good nite cesca have nice dream" seru Alex sambil menyipitkan sebelah matanya.

"Oke good nite too alex and have nice dream too" seru Fran membalas nya dengan senyuman.

**

           Pagi pun telah menyinari sebuah kota terpencil yang ada di negara spanyol .semua burung pun berhamburan kemana-mana,dedauan pun seakan-akan menari riah menyambung indah nya sinar pagi yang dipancarkan oleh sang surya,dan tidak lupa semua bunga yang berada di pinggir hutan menyambut pagi dengan senyuman yang begitu indah seakan-akan semua orang yang meliat nya sangat ingin memetik nya.

"Wah alangkah indah nya bunga ini" seru Jenni yang begitu takjub dengan bunga yang ada di samping villa .

"Apa kau tak perna melihat bunga? Dasar!" Cibir Grace.

"Kau ini,apa salah nya jika ku takjub dengan nya" seru Jenni membela diri.
Grace



Grace mendengus kesal melihat tingkah teman nya itu,dia pun langsung mengalihkan pandangan nya kesisi-sisi pemandangan yang ada di hutan itu,tak lama bola mata milik Grace pun tertujuh kesalah seorang pria yang begitu ia kagumi saat ini.Tak ambil pusing ia pun langsung bergegas menghampiri pria itu.

"Hey Alex" sapa nya dengan manis.
Pria yang di panggil alex pun langsung menoleh kesumber suara "Hey.."

"Nama ku Grace" sambung nya dengan cepat.

"Hmm tak perduli entah siapa nama mu itu" batin Alex.

"Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Grace basa-basi.
Alex pun menghebuskan nafas berat milik nya. "aku hanya ingin jalan-jalan saja" seru nya.

"Wahh kalo begitu road kita sama, bagaimana kita barengan?" Tanya nya bersemangat.

Dan tiba-tiba Jenni pun datang diantara mereka "Ahhh Grace,mengapa kau meninggalkan ku"teriak Jenni kesal.

Grace pun langsung melototkan mata nya sambil memberi kode untuk Jenni supaya dia pergi dari diri nya.

Jenni sangat mengerti maksud dari Grace tapi sayang nya ia sama sekali tak memperdulikan hal itu,dia begitu kesal karena Grace meninggalkan nya sehingga dari tadi ia berbicara sendiri."Aku tau apa maksud mu tapi,jika kau ingin berduaan kau bisa bilang bukan? jadi aku tak seperti orang gila tadi" bisik Jenni amat begitu kesal.

"Hentikan bodo! Apa kah perkataan bodo mu itu penting! kau beritahu kepada ku hah? " Tegas Grace kesal."Jadi sekarang pergi lah!,jangan jadi seorang benalu di sini!,kau mengerti!" seru nya lagi sambil memberi tekanan di setiap kata nya.

Jenni pun memutarkan bola mata nya."Baik lah" seru nya dan langsung pergi dari Grace.

"Jadi bagaimana? Alex?" Tanya Grace membuka percakapan.

Alex pun terdiam sejenak sambil melihat-lihat sekeliling tempat ia berdiri."Hmm baik lah tapi.."

"Apa tapi apa?" Tanya Grace heran.

"Jika kita berjalan berdua itu sangat tidak baik apa lagi kita mau kehutan,sebaiknya kita ajak satu orang lagi" seru Alex.

Mimik muka Grace pun langsung berubah dari yang manis menjadi cemberut."Apa!! Arghhh bisa kah kau mengerti Alex! aku hanya ingin berdua dengan mu!! Hanya berdua!!! Arghhh" teriak Grace dalam hati nya.

"Kenapa Grace? Kau tak keberatan bukan?" Tanya Alex sambil menatap jail Grace.
Grace pun memasang senyuman palsu nya "Tentu Alex,sungguh aku tak keberatan" seru nya.

"Owh bagus baik lah kalo begitu bantu aku mencari seorang yang untuk kita ajak" seru Alex sambil melihat sekeliling penjuruh hutan.

"Memang siapa orang yang kau maksud" tanya Grace.

Alex pun masih saja mencari seorang yang ingin di ajak nya sampai-sampai dia tak memperdulikan Grace yang lagi berbicara,dan pada akhir nya dia pun menemukan orang yang dia maksud.

"Alex! Kau mendengar ku tidak?" Tanya Grace sambil menahan emosi nya.

"Ya tentu,orang itu yang ku maksud" seru Alex sambil menunjuk kearah seseorang yang berada di sebrang sana.

Mata grace pun sontak langsung membulat "what!! Francesca!" Teriak nya sambil menaiki sebelah alis nya.

"Iya kenapa? Tadi kau bilang tak keberatan bukan?" Tanya Alex.

"Ah tentu, aku hanya...hmm"seru Grace yang tiba-tiba lidah nya begitu keluh.

"Baiklah ayo kita hampiri dia" seru Alex sambil menarik tangan Grace




**

"Jadi bagaimana cii kau mau tidak ku ajak kesana? Supaya kau percaya dengan ku" tanya Fran.

"Yaa,tapi kau tau lah aku..."

"Hey Cesca" sapa Alex dengan senyuman manis nya.

"Hey Alex "sapa balik Fran yang sedikit canggung saat melihat keberadaan Grace di samping Alex.

"Kau sibuk tidak?" Tanya nya.

"Hmm ya aku.."

"Tidak Alex,Francesca gak perna sibuk kok,Emang ada apa kau ingin mengajak nya jalan-jalan? Oww kebetulan tadi Fran mengajak ku jalan-jalan tapi aku sangat sibuk, Jadi maksud ku Fran kau jalan sama Alex saja bagaimana? " Sambung Alicia sambil tersenyum licik kearah Grace.

Sementara Grace tidak dapat berkutip satu patah pun kata-kata dia hanya bisa memandang tajam kearah dua sahabat yang sangat ia benci."Awas kau sejoli berengsek kau lihat saja waktu main ku" seru batin nya.

"Itu ide yang bagus.. Hmm sapa nama mu? " Tanya Alex.

"Alicia" seru Alicia.

"Oke,jadi Cesca kau mau tidak? Maksud kedatangan ku memang benar seperti yang di katakan teman mu itu" seru Alex.

  Sementara Grace memberi lototan yang tajam kearah Francesca.

"Hmm baiklah!" Seru Fran.


"Ahh sial kau Francesca awas kau ahh!!!! " pekik Grace dalam hati nya.

**
"Rins,kemarilah tolong bantu aku" pekik Pecco sembari memegang beberapa ranting pohon.

"Ah kau ini! Pagi-pagi sudah menyusahkan orang saja " cibir Rins.

"Udah kau jangan banyak mengoceh,ayo kemari bantu aku" pekik Pecco lagi.

Rins pun langsung pergi kearah dimana Pecco sedang berada. "Apa yang perlu ku bantu?" Tanya nya.

"Bantu aku mencari ranting pepohonan di tengah hutan sekarang" seru Pecco.

Rins pun langsung terbelalak dan menolak permintaan Pecco barusan "Tidak...tidak..aku tak mau!" Bantah Rins.

"Rins kau harus solit dengan teman,jika kau sakit aku membantu mu dan sedangkan aku minta bantuan kau tak perna mau" protes Pecco.

"Tapi Co,aku tak sedang ingin ke hutan itu! Kau tau kan kejadian waktu itu hah? Tau kan?" Seru Rins membela diri.

Pecco pun hanya terdiam mendengar teman nya itu mengoceh,tanpa pikir panjang Pecco langsung beranjak pergi dari tempat nya berdiri sementara Rins dia masih pusing antara mau pergi atau pun tidak,dia masih memikirkan hal-hal negatif yang akan terjadi jika dia masuk kembali ke hutan itu. Dada nya seakan-akan sesak memikirkan hal itu dengan perasaan yang campur aduk dan gelisah Rins pun akhir nya membuat keputusan untuk pergi menyusul teman nya itu.

"Kenapa kau kemari" Tanya Pecco yang sedikit kesal.

“Kau juga yang bilang aku harus solit”  seru Rins sambil meletakan kedua tangan nya di depan 
dada.

“Bagus lah jika kau sadar” Seru Pecco yang akan menjengkelkan.

Rins pun mengecakan mulutnya seketika “Kau ini menyebalkan sekali” Seru Rins.

“Kau itu yang menyebalkan” Seru pecco tak mau kalah.

“Sudahlah Pecco kedatangan ku baik disini kau jangan bersikap seperti itu,untung-untung aku mau membantu mu mencari kayu!!! “ seru Rins sembari menyipitkan matanya.

“Yasudah ayo bantu aku “ seru Pecco.

“Wait” Seru Rins mendadak,lantas Pecco pun berhasil memberhentikan langkah nya itu.

“Apa lagi” protes Pecco.

Rins pun mengaruk-garuk dahi nya sebentar.”Kau janji dulu,bahwa kita tak akan jahu-jahu pergi nya” Seru nya.

Pecco pun langsung menghembuskan nafas berat nya “Hanya itu?? Sungguh kau begitu menyebalkan Rins” maki Pecco.

“Ya Aku hanya sedia payung sebelum hujan” seru nya.

“Iya baik tuan Rins baik! Puas kau sekarang?” seru Pecco dengan raut wajah yang penuh dengan kekesalan.

Tak lama mata Pecco melihat sebuah gerobak yang sedang terledak di dekat pepohonan yang rindang itu,ia pun langsung menujuh untuk mengambil gerobak itu.

“Hey apa yang kau lakukan dengan gerobak itu” Tanya Rins dengan raut muka yang begitu heran.

Pecco pun tak merespon pertanyan Rins ia pun langsung mendorong gerobak itu tepat ditempat dimana ia berdiri tadi.

“Untuk apa ini” Tanya Rins lagi.

Pecco pun menghelai nafas.”Untuk menyimpan kayu yang kita dapat Rins,kau mau membawa kayu-kayu itu dengan kedua tangan mu hah??” Tanya Pecco sambil menaiki sebelah alisnya.

Rins pun tak berkutip satu patah pun ia hanya bisa mengangguk untuk merespon teman nya itu.

Mereka berdua pun langsung mengambil satu-persatu rating-ranting pohon yang berhamparan di tanah dan menyimpan nya di gerobak yang tadi Pecco bawa.

Beberapa menit kemudian gerobak itu pun sudah terpenuhi oleh rating-ranting pohon dan tanda nya perkerjaan mereka telah selesai.

“Yasudah mari kita bawa ke villa sekarang” seru Pecco.

“Baiklah “ seru Rins singkat.

Disaat setengah perjalanan mereka merasa gerobak itu amat berat dari pertama mereka bawa sampai-sampai mereka tak mampu untuk menarik gerobak itu lagi.

“Kenapa berat sekali ya” seru Pecco sambil berusaha menarik gerobak itu.

“Entah lah aku pun tak tau padahal tadi tak seberat ini” seru Rins.
  
Mereka berdua pun berhenti sejenak dan langsung menoleh kearah belakang gerobak itu dan ternyata ada sosok kakek-kakek tua yang tengah duduk di gerobak itu dengan mata yang merah dan melotot kearah mereka berdua, Ahsli mereka berdua pun langsung berteriak dan lari meninggalkan gerobak itu di tengah-tengah perjalanan. Sampai-sampai ia tak menyadari bahwa ia menabrak seorang wanita yang berdiri di depan nya sampai terjatuh .

“Hey bodo apa yang kalian lakukan hah? “ maki wanita itu.
Kedua nya pun langsung menoleh kearah sumber suara.”ta..di ta…dii” jawab kedua nya gugup.

“Apa?? Tadi apa?? “ Tanya wanita itu.

“ADA SETAN” pekik nya berdua.

“Setan?? Kalian ini ada-ada saja! Mana ada setan siang bolong begini “ seru wanita itu tak percaya sebut saja yah nama nya Alicia.

“Hey nona kami berbicara yang sebenar nya! kami tak mengada-ngada! jika kau tak percaya kau lihat saja sendiri!” protes Pecco.

“Oke aku akan lihat! Dimana! Dimana setan itu?? “ seru Alicia songgong.

 Mereka berdua pun amat kesal dengan sikap songgong wanita itu tak ambil pusing mereka berdua langsung mengantarkan gadis itu ketempat tadi ia menghentikan gerobaknya.

“Mana? Tak ada apa-apa disini” seru Alicia melihat sekeliling tempat itu.

“Kau lihat di dalam gerobak itu” seru Rins.
  
Alicia pun langsung bergegas kegerobak yang dimaksud oleh Rins. Dan ternyata memang tak ada apa-apa disitu.”Tak ada apa-apa ini hanya rating pohon saja dasar!!” cibir Alicia.

Mereka berdua pun langsung menoleh satu sama lain.”Ini tak mungkin” gumam Pecco.

“Maka nya kalian berdua jangan sering nonton film horror, sama setan aja takut gimana sih cemen banget jadi cowo!” seru Alicia.

“Songgong amat ni cewek, semoga aja entar malam kau ketemu setan!” sumpah Pecco.
“AMINNN” seru Alicia yang begitu menjengkelkan

**
"Kenapa kalian berdua dari tadi hanya diam?" Tanya alex membuka percakapan antara kesunyian yang berlalu 2 menit itu.

"Aku hanya pusing sebenar nya kita mau kemana?" Tanya Grace.

"Entahlah aku pun tak tau" jawab singkat Alex.

Grace pun langsung menoleh ke arah alex."Alex, kau tau aku sangat lelah berjalan daritadi kenapa kau tak mengatakannya bahwa kau memang tak punya arah untuk berjalan,dasar!"Cibir grace yang begitu kesal."Sekarang mari kita istirahat disana" seru grace sambil menunjuk sebuah rumah di sebrang sana.

Fran pun melihat rumah yang di maksud oleh grace,saat melihat rumah itu ia sontak kaget dan langsung membantah kemauan grace."Tidak" seru nya.

"Apa kau bilang? Tidak? Aku lelah bodo" maki grace.

"Tapi grace tempat itu...." Fran pun langsung terdiam ia merasakan bahwa kerongkongan nya ada sebuah benda keras yang menyangkut seakan-akan ia tak dapat melanjutkan pembicaraan nya.

"Kenapa? Ada setan! Peduli apa dengan omong kosong mu itu,dasar bodo! Kau masih saja percaya dengan setan! Kau sungguh bodo FRANSCESCA!!" Maki grace lagi-lagi.

"Baik lah nona-nona jangan kelahi mari kita kesana untuk beristirahat! Untuk kau nona grace aku minta maaf,dan untuk kau nona cesca sudah lah ikutkan saja,ada aku disini" seru alex yang tak mau ambil pusing.

Francesca pun hanya bisa pasrah saja ia tak kuasa untuk berdebat dengan Grace karena jika berdebat dengan nya maka tak akan perna selesai perdebatan itu.
Fran pun gumam-gumam dalam hati nya."Tuhan tolong lindungin kami,ku mohon" seru nya.

"Akhir nya kita bisa istirahat juga,kaki ku pegal sekali arghhh" seru Grace sambil menghempaskan tubuh nya ke kursi yang ada dirumah tersebut berdekatan dengan Alex.

Sementara Fran,ia melihat sekeliling penjuruh ruang rumah kosong itu,ternyata didalam rumah itu tak seseram seperti luar nya. Semua barang-barang tertata sangat rapi sekali seolah-olah ada yang menghuni rumah ini namun hanya banyak debu saja yang menyelimuti barang-barang itu. Di dinding rumah itu sangat banyak terpapang lukisan-lukisan sosok wanita yang amat anggun yang mungkin itu wanita yang perna Francesca lihat akhir-akhir ini,mungkin Fran tak perna melihat wajah nya namun dari postur tubuh dan rambut lukisan itu amat mirip dengan wanita yang Fran lihat.

"Wanita ini" gumam Fran sambil membelalakan mata nya melihat lukisan itu.

Tak lama terdengar suara nyanyian yang begitu merdu dari seorang gadis,suara itu tak jauh dari tempat dimana Fran berdiri,dengan rasa penasaran yang menghantuin pikiran nya sekarang,ia pun langsung mencari-cari dimana sumber suara itu berasal. Tak lama suara itu pun berhasil membawa Francesca kesebuah kamar mandi yang begitu kumuh dengan ditutupi oleh tirai disekeliling nya.Fran pun melihat bayangan sosok seorang wanita yang sedang membersihkan rambut panjang nya yang terurai itu.

Tak lama wanita itu terdiam dan tiba-tiba ia menangis histeris,wanita itu langsung memegang beda tajam seperti gunting dan langsung menusukan gunting itu tepat di perut nya melihat kejadian itu Fran pun langsung bergegas menyingkap tirai itu dengan kasar dan tak ada orang disitu. Jadi wanita tadi siapa? Jadi yang menusukan gunting keperut nya itu siapa? Ini sungguh tak ada orang ? Jadi yang ku lihat? Batin fran berkali-kali menanyakan hal itu sungguh ini amat aneh dan sangat aneh jelas-jelas ia melihat sosok seorang wanita di dalam kamar mandi itu.

Badan Fran pun mulai gemetaran tubuh nya seakan seperti ada yang mengoncang dengan sangat kuat, tak lama ia mendegar sekilas suara wanita yang sedang cekikikan di belakangnya ia pun langsung membalikan tubuh nya dengan amat kasar dan kali-kali tak ada orang, bulu kuduk Fran pun mulai merinding tak ambil pusing lagi ia sangat ingin meninggalkan tempat itu.

 Tetapi, saat ia ingin pergi bergegas berlari dari tempat itu dan sialnya kaki kiri nya di tarik kasar oleh sebuah tangan yang berada di dalam kamar mandi itu,tubuh Fran pun langsung terhempas kuat kelantai ia berusaha ingin menahan tubuh nya agar tidak ditarik kedalam kamar mandi itu,tapi semua tak berhasil ia tak mampu menahan tarikan yang amat kuat itu sehingga tubuh nya tertarik kedalam,ia melihat sosok seorang wanita yang sedang memegang gunting dan siap untuk menusukan ketubuh Fran,Fran pun teriak histeri dan akhir nya.







TBC?? 
kritik dan saran saya tunggu :D

Kamis, 12 Februari 2015

FF:LEK RAFA FAMILY #PART 1






FANFIC INI TERCIPTA KARENA KAMI PARA PENULIS BOSAN DENGAN CERITA MARQUEZ FAMILY.
WARNING!
FANFIC DAN KHAYALANNYA ITU BEBAS!!!!!!!!!!!!!!!!!! DAN INI HASIL KALOBORASI ANTARA AKU SAMA META :D BERHARAP CERITA INI DAPAT MENGHIBUR ANDA SEMUAAA YAUDAH DEHH LANGSUNG KE TKP YUKKK
.
CEKIDOT!
.
Cast :
Rafa Rins
Vicky Navarro
Leona Zoey Navarro
Lessa Aguero Rins
Alex Rins
Alex Marquez
Jack Miller (gewgew)
And many more!!!!
.
.
.
(Prolog)
Mungkin kalian sudah terbiasa dengan kata kembar identik. Namun bagaimana dengan kembar tapi beda? Orang-orang yang bertemu dengan mereka pasti tak percaya kalau mereka sebenarnya kembar. Bahkan ada yang beramsumsi salah satu dari mereka telah ditukar saat pasca dilahirkan. Namun pada kenyataannya,begitulah anak-anak dari pasangan Rafa dan Vicky. Mereka memiliki anak kembar tapi beda bernama Alex Rins dan Alex Marquez. Untuk wajah kalian bisa liat di cover tongue emoticon
Mereka juga memiliki keponakan perempuan yang bernama Lessa Aguero Rins. Lessa telah lama dititipkan orang tuanya kepada Rafa. Lessa sendiri memanggil Rafa dengan sebutan lek Rafa. Baginya memanggil Rafa dengan sebutan Uncle terlalu ‘yes’.
Setiap hari ada saja keributan yang terjadi di keluarga Lek Rafa apalagi kalau bukan keributan antara Rins,Alex dan Lessa. Dari mulai bangun tidur sampai mereka tidur lagi. Apalagi ditambah kehadiran keponakan vicky yang bernama leona zoey. Dan kalau sudah ada tetangga mereka yang bernama Miller,yang biasa mereka panggil gewgew. Bagaikan ruang debat yang sungguh gaduh. Ngalahin debat DPR 2014 yang dipimpin Ceuk Popong(?)
Vicky dan Rafa sendiri tidak merasa risih dengan keadaan yang ada. Asalkan mereka tidak saling lempar parang. Mereka mah fine-fine aja.
(prolog off)
.
.
.
.
Dikota Jerez kabupaten Mugello kecamatan Sepang di desa Aragon digang Overtake (:v) hidup sebuah keluarga bahagia namun tak meyakinkan.
‘’DUO ALEX KAMVRETTT BANGUN WOY!!! NGEBO MULU LU SEMUA!! BANGUUUNNNN UDAH PAGIIIIIII’’ teriak Lessa mencoba membangunkan kedua sepupu kembar tapi beda ini.
‘’kebo! Bangun woyyyyy’’ teriak Lessa lagi.
Melihat kedua sepupunya tak ada reaksi,lessa berinisiatif mengambil rencana B. Air sebaskom.
`byuuurrrrr`
‘’kamvret lu less! Apaan sih bangunin pagi-pagi kek gini! Lu jahat amat!’’ protes Alex.
‘’kalian disuruh bangun! Kata Lek Rafa ada yang mau dibicarain bareng-bareng!’’ tegas Lessa.
‘’kek runding aje bareng-bareng’’ ketus Rins masih dalam posisi tengkurap.
Lessa mulai geram dengan kelakuan duo kembar.
‘’ahhh.. udahlah,kalian cepet bangun lah.. ntar gue yang dimarahin lek rafa.’’ Gerutu lessa.
‘’iya-iya.. kita bangun.,. dah sana-sana keluar deh lu.’’ Usir alex.
‘’kagak mau! Bangun dulu!’’ seru lessa.
‘’lu mau liat kita mandi?’’ ketus alex. Kata mujarab alex buat lessapun berhasil membuat lessa keluar dari kamar duo alex. Gelak tawa dari duo alex pun menggema dan membuat lessa menggerutu dari luar kamar duo alex.
.
.
#Sarapan_Keluarga_lek_Rafa
Semua makhluk dirumah lek rafa sudah berkumpul dimeja makan untuk sarapan.
‘’jadi,papa mau ngomongin apa?’’ ketus alex.
‘’dih,papa.. biasanya juga abah.’’ Ketus lessa. Lessapun tertawa bareng rins.
‘’apaan sih lu,less.’’ Geram alex sambil natap sinis lessa. Walau lessa dan alex bertengkar mulu,dulu pas waktu kecil mereka itu dulu gandengan mulu bahkan alex pernah nyium pipi lessa waktu natal. Saat itu umur mereka 5 tahun entahlah apa yang buat mereka jadi kek gini.
‘’kenyataan broh!’’ ketus lessa.
‘’bener kagak rins?’’ tanya lessa ke rins. Rinsnya Cuma ngacungin jempol. Sedangkan lessa yang mendapat respon dari rins langsung julurin lidah ke alex.
‘’kamvret kalian ini! Pasti pagi-pagi ribut!’’ teriak lek rafa.
‘’idihhh.. bapak sama leknya kamvret marah.. hahahahaha’’ kompak Rins,lessa ama alex.
‘’to the poin deh pa!’’ ketus vicky istrinya. Lek rafa menarik nafasnya.
‘’Leona Zoey. Dia akan tinggal bareng kita!’’ lek rafa mulai sok tegas.
‘’apahhh?? Ciusss??’’ pekik lessa dan rins barengan.
‘’bagus! Dengan begitu gue punya temen buat berantem ama elu-elu pade!’’ ketus alex bersyukur sambil nunjuk lessa sama rins.
Sedangkan lessa memutar memory buruk masa kecilnya bareng anak perempuan bernama leona zoey.
*plesbek*
‘’lu nyebelin less! Masa boneka gue lu potong-potong! Lu jahat!’’ rengek leona. Mendapati bonekanya yang berduplikat boneka chucky
‘’eh! Elu malah jatohin boneka annabelle kesayangan gue kesungai tadi!’’ pekik lessa gak terima.
‘’tapikan gue gak sengaja!’’ ucap leona membela diri.
‘’udah! Lu boong ama gue! Lu sengajakan? Sekarang kita impas! Sama-sama kehilangan boneka kesayangan!’’ ucap lessa lalu ninggalin leona yang meratapi nasib bonekanya
*plesbek off*
‘’ciee yang plesbek..’’ bisik rins.
‘’kamvret! Gue masih sebel ama dia! Gara-gara dia annabelle gue ilang!’’ pekik lessa.
‘’lek! Lek kagak seriuskan?’’ tanya lessa berlagak memelas.
‘’kagak! Lek mah cius!’’ ucap lek rafa.
‘’lah,kenapa dia tinggal disini?’’ tanya lessa sambil manyun.
‘’papa sama mamanya nitipin dia kesini. Sama kayak kamu!’’ balas bulek vicky.
‘’lah,emang bulek cristina mau kemana ma?’’ tanya rins sambil ngunyah lalapan timun.
‘’dia ada urusan selama liburan musim dingin. Dia gak tega ninggalin leona sendiri. Dan juga gak mungkin buat diajak. Kan tau sendiri leona orangnya kek apa.’’ Ketus bulek vicky.
‘’hahahaha’’ gelak rins dan lessa. Mereka ngetawain leona jika ditinggal sendiri. Dulu aja pernah leona ditinggal orangtuanya. Dia hampir aja bakar apartemennya.
‘’apa yang elu pada ketawain?’’ ketus alex.
‘’kagak.. Cuma tadi rins cerita kalo gewgew kemaren nyungsep selokan depan.’’ Gelak lessa.
‘’pacar lu tuh..’’ gelak rins.
‘’dih,gue ogah ama dia,.’’ Ketus lessa.
Saat perdebatan tengah berlangsung. Tiba-tiba pintu rumah lek rafa ada yang mengetuk.
‘’pasti leona’’ ucap lek rafa. Lalu beranjak dari tempat duduknya.
Rins ama lessapun Cuma bisa mlongo(?).
.
Lek rafa berjalan menuju pintu depan rumah. Saat pintu pas dibuka menampilkan sesosok makhluk yang tak ingin dilihat lessa.
‘’haiiii lekk.. selamat pagiiii... lessanya adakan?’’ celoteh gewgew.
‘’lah,miller.. lu tumben pagi-pagi sampe disini.’’ Ketus lek rafa. Sedangkan gewgew langsung nyelonong masuk.
‘’alah lek kek gak tau aje. Biasanye juga gini.’’ Teriak gewgew yang lagi berjalan menuju tempat makan. Sedangkan lek rafa Cuma geleng-geleng liat kelakuan anak tetangganya.
.
‘’less sugarku.. where are you less sugarr??’’ teriak gewgew dari depan sambil nari-nari dansa romantis sambil muter-muter kagak jelas. Sedangkan lessa yang mengintip dari ruang makan langsung bershock-shock ria. Walau tiap hari kek gini,tapi tetep aja bikin panik tuh orang.
‘’less,lu dicariin abang gewgew noh..’’ ucap alex lalu ketawa bareng rins.
‘’apaan sih lu pade!’’ kesal lessa lalu menyantap ayamnya dengan asal.
‘’haiii bulekk.. hai kembar tapi beda.. haii less sugarkuu..’’girang gewgew.
‘’hai,miller.. sarapan bareng atuh..’’ ucap bulek vicky.
‘’udah sarapan ama nasi uduk tadi bulek’’ ucap gewgew lalu duduk ditempat lek rafa aka depannya lessa.
‘’siapa yang suruh elu duduk?’’ ketus lessa.
‘’ah,less sugar. Jangan ketus dong ama abang!’’ ucap gewgew sambil liatin lessa dengan menopang kepalanya dengan kedua tangannya.
‘’less sugar! Lu kira NU Green Tea rasa less sugar?’’ ketus lessa.
‘’lessa gak boleh atuh ngomong kek gitu!’’ ucap bulek vicky dengan medok sunda(?). Lalu duo alex ketawa.
‘’iya,gak boleh ngomong kek gitu ama calon imammu!’’ ucap gewgew sambil nyengir. Tak lama potongan timun melayang dan mendarat mulus di jidat gewgew.
‘’noh,calon yang elu imamin!’’ ketus lessa.
‘’lek rafa mana,mill?” tanya bulek vicky.
‘’didepan bulek..’’ ucap gewgew sambil makan timun yang dilempar lessa kejidatnya tadi-_-
‘’ini lo leona!’’ ucap lek rafa dari belakang sambil meluk leona dari samping. Alex,lessa,dan rins langsung menuju asal suara. Sedangkan bulek vicky ama gewgew muter badan.
Gewgew yang baru liat leonapun langsung terpesona sama kecantikan leona pacman emoticon
‘’kau bidadari jatuh dari surga di hadapanku. Eeaa’’ girang gewgew.
‘’siapakah gerangan ini lek?’’ tanya gewgew dengan wajah berseri-seri.
‘’ini keponakan lek..’’ ucap lek rafa.
‘’comelnye..’’ balas gewgew. Sedangkan leona yang melihat kelakuan gewgew Cuma bisa pasang wajah yang gak bisa dibaca. Baca aja buta ekspresi pacman emoticon
‘’dih,lu’’ balas lessa.
‘’cemburukah kau?’’ tanya gewgew.
‘’bagus.. taksir aja. Dengan begitu aku bebas!’’ ucap lessa berwink ria.
‘’leonaaaaa... miss youuuu..’’ teriak alex lalu lari dan memeluk leona.
‘’miss you too lex.. eh rins,lu kagak kangen ama gue..?’’ tanya leona.
‘’kangen sih,tapi nanti aja ya berpelukannya.’’ Ucap rins sambil nyengir.
‘’abang gewgew miss you loh,leona.., boleh meluk gak?’’ tanya gewgew sok sweet.
‘’hahahahaha’’ kikik rins sama lessa. Leona yang baru menyadari keberadaan sesosok lessapun langsung pasang wajah cemberut.
‘’enggak!’’ tegas leona.
‘’nah,lessa.. sekarang antar leona kekamar kalian!’’ ucap lek rafa.
‘’APAAAA??’’ pekik lessa bareng leona.
‘’ternyata kemaren lek ngasih aku 2 bed gara-gara si leona sekamar sama aku?’’ pekik lessa gak terima.
‘’kaliankan cewek. Nanti kalo lek silang kalian tidur sama alex ama rins nanti bahaya!’’ ucap lek rafa.
‘’mending bahaya itu..’’ ucap rins lalu ketawa-ketawa sendiri.

‘’Sumpeng ni anak ngomong “ Seru Vicky sambil mukul kepala Rins pakek sendok nasi.
“Ye emak, Sakit mak ni kepala bukan panci main getok aja” ucap Rins sambil elus-elus kepala nya.
“Pokok nya lek Lessa gak mau sekamar sama Leona! Lek tau sendiri lah si Leona tidur kayak kerbau kehilangan ekor nya” Ucap Lessa menyadarkan lek nya itu.
“Woy kamfrett,sembarangan lu ngomong! Kayak lo tidur bagus aja,lo tidur lebih parah dari gue tidur kayak babi juga bangga amat “ Maki Leona tak terima dengan ucapan Lessa.
“Eh buset kayak babi hahahah” Seru Alex ketawa girang.
“Udah lek ,saran ni ya gimana si Leona tidur dirumah Miller aja dari pada disini kelai sama Lessa mulu “ Seru Miller masang muka sok cakep (emang cakep)
“What!! Gak lek gak mau” Protes Leona.
“Udah lek ikutin kata si Miller aja tuh bagus juga ide nya,daripada Leona disini ngabisin beras aja ” Seru Lessa.
“Bener juge ya Les ya” Seru Lek Rafa ngangguk-ngangguk.
“Nah eneng Leona yang cantik mau kan? Eneng Leona tau gak dirumah abang miller ni ada ternak kuda,sapi,kerbau,kambing dan lain-lain ” Seru Miller Curcol.
“Lu mau jualan atau apa hah! Mau promosi?? Di toko bagus sana jangan ke gue” teriak Leona jengkel.
“Eh gak boleh teriak neng entar gak cantik lagi lo,kan abang Miller cuman ngasi tau kalo dirumah abang Miller itu ada banyak binatang” Seru Miller.
“Bodo amat! mau lo meliharah kuda kek! buaya kek! komodo kek! gak perduli gue!!! Yaiya lah jelas dirumah lu banyak  binatang,lo kan moyang nya binatang” seru Leona menaiki sebelah alis nya.
Sontak perkataan Leona tadi pun membuat semua orang yang ada dirumah tertawa terbahak-bahak sedangkan gewgew pun hanya bisa memanyunkan mulut nya sampai 5 cm.
“Yasudah Lessa,Leona pokok nya tidur sama kamu” Seru Lek Rafa.
“Tapi lek “ Bantah Leona.
“Terima kenyataan napa” Seru Leona sambil melipat kedua tangannya ke depan.
Lessa pun memandang sinis Leona “Oke sekarang lo menang” Seru Lessa Kesal.
Leona pun tersenyum merdeka ”Ya gue emang selalu menang” seru nya songgong. “Oww iya lek aku kan baru dateng ni pasti kan capek banget yaaa gimana…”
“Modus lo! Bawa sendiri tuh cover,lo kira gue babu lo hah!! “ protes Lessa.
Leona pun memasang muka memelasnya di depan lek nya itu,sontak muka memelas itu pun membuat hati lek nya selalu luluh *eyakk* karena muka nya emang memelas banget kayak orang gak makan 2bln.
“Lessa ayo lah kamu gak boleh gitu sama Leona kasihan dia nya,kan dia baru datang pasti capek” Seru bulekk Vicky yang ikut membela Leona.
Lessa pun memasang raut kesal diwajah nya,dia hanya bisa pasra mau tak mau dia melakukan nya,maka dari itu Lessa sangat tidak suka atas kehadiran Leona disini karena Leona terkesan terlalu manja sehingga dia selalu di bela oleh orang-orang terdekat nya.Lessa pun menarik kasar cover merah milik Leona”Hanjir berat amat! Lo bawa batu apa hah “ seru Lessa.
“Udah deh bik Lessa bawa aja jangan ngomel “ seru Leona santai.
“lo bilang apa tadi? Hah? Bilang apa?? Bik?? Lo kira gue pembantu lo apa hah??” seru Lessa kesal dia pun langsung menjatuhkan cover Leona tepat di kaki Leona.
“awww!! Kamfrett lu” Teriak Leona sambil megang kaki nya.
“Hedeh sini gue bawa ni cewek berdua gak selesai-selesai berantem “ seru Alex yang mulai turun tangan.
“Awas lo ya” seru Leona sambil nunjuk Lessa.
Lessa pun menjulurkan lidah nya”Mampus lo” seru nya.


**
Jam pun sudah menunjukan kan pukul 3 sore hari yang begitu cerah pun seakan-akan membuat cuaca tampak seperti siang hari,saat nya bagi kembaraan tapi beda ini pun menujuh kekebun milik ayah nya itu untuk panen buah dan sayuran yang ada di sana dan tidak lupa Lessa selalu ikut berpartisipasi dalam memanen ini karena dia sangat mahir dalam melakukan hal ini  karena Lessa mantan pencuri buah waktu SD jadi dia sangat berpengalaman dalam memetik buah.
“Lu pada mau kemana?? “ Tanya Leona yang tiba-tiba nimbrung entah lah ni bocah datang dari mana.
“Mau panen di kebun mau ikut?” Tanya Alex.
“Mau banget “ seru nya bersemangat.
“gak..gak..gak “ bantah Lessa.”Lu tau kan Lex ni anak kalo di ajak ke kebun jadi nya gimana?? Bisa-bisa buah semua dimakan sama dia “ seru Lessa.
“Beda dong itu dulu sekarang tidak!” bantah Leona membela diri.
“Yaudah deh ajak aja entar gak pergi-pergi” Seru Rins.
“Tuh denger, Rins aja bela gue” seru Leona.
“Siapa yang bela lu? gue tuh supaya cepet” seru Rins.
“Hahahahah kalo gue jadi lo! Gue bakal guling-guling ditanah” seru Lessa girang.
Leona pun hanya diam melihat dia di permalukan”Awas lo Rinso “ batin nya geram.

**



Sesampai di kebun buah pun mereka langsung pergi untuk bergegas memanen buah-buahan yang sudah siap di panen.Namun kebiasaan jelek Leona waktu berumur 11 tahun yang lalu kalau dia sudah pergi ke kebun itu dia tak perna mau membantu memanen melainkan ia hanya memakan buah-buah itu.
"Leona itu buah buat di jual kamfrett,jangan lu makan" teriak Lessa sambil toyor kepala Leona.
"Apaan si lo! Lek nya aja gak marah kayak iya-iya banget lu mau marahin gue" teriak balik Leona tak terima.
"Tuh kan udah gue bilang ni anak nyusain orang aja" cibir lessa.
Leona pun hanya julurin lidah ke Lessa sambil memakan beberapa buah yang sudah di panen oleh Rins dan Lessa.
"Lex manjat gih sana ngambil kelapa" seru Lessa.
"Lu aje deh Less lu kan jago nya manjat" bujuk Alex.
"Nah iya lu kan mantan pencuri buah dulu hahaha " sambung Leona.

Flashback
"Leona kamu lafar gak?" Tanya Lesaa dengan bahasa alay nya.
"Sedikit si Less " seru Leona sambil nepuk-nepuk perut mungil nya.
"Kamu ada uit kagak?" Tanya lessa lagi.
Leona pun langsung merogoh saku nya dalam-dalam sambil ketemu titik tumpul saku nya itu dan akhir nya ia hanya menemukan sebutir pasir."Hanya ini Less" seru nya sambil memajukan bibir nya.
"Kamfrett! Aku minta uit bukan pasir,di saku aku itu juga ada!! Banyak malah " protes Lessa.
"Jadi gimana Less?? Kita gak punya uit masa iya mau utang,entar lek marah gimana? entar kita di jual gimana sama lek?" Seru Leona yang betubi-tubi mengasih pertanyaan yang sama sekali tak membantu untuk membuat perut mungil mereka kenyang.
"Kepaksa kita nyuri Leona" seru Lessa dengan suara seperti berbisik.
"Bucett dah, nyuri? Gak ah itu haram Less gak baik,entar kita di gantung di pohon toge gimana sama lek!" Protes Leona.
"Kamu banyak omong sih,dari pada kita lafar kan? Mending nyuri! Kata orang selama orang yang punya itu gak tau itu halal" seru Lessa.
"Halal? itu kan nyuri nama nya Less!! Gak mau ah entar aku dimarahin,kamu aja deh yang nyuri aku gak mau ikutan" seru Leona.
"Ahh Leona payah,yaudah aku nyuri sendiri aja cedapp makan buah" seru Lessa sambil memutarkan tangan kanan nya di perut munggilnya.
"Makan buah haram aja bangga" cibir Leona sambil mengerakan bibir bawah nya kekanan dan kekiri.
"Biarin,syirik bilang" seru Lessa sambil menjulurkan lidahnya.
Lessa pun berhasil mencuri buah jambu dikebun tetangga nya itu,ia pun langsung turun dari pohon itu, pohon nya tak begitu tinggi maka nya ia bisa memanjat nya,ia pun duduk santai di bawah pohon sambil memegang 4 buah jambu di tangan nya.
Sementara Leona ia langsung memberi tau kepada orang pemilik jambu itu,maksud nya ia hanya tak ingin melihat Lessa menyuri.Namun pola pikir Leona itu tak sama dengan yang ia harapkan melainkan kebalikan nya.Lessa pun akhir nya ketauan ia langsung di marahi oleh si pemilik jambu yang di curi nya itu dan pemilik itu pun langsung memberi tau kejadian itu kepada lek nya,sungguh Lessa sangat membuat malu lek nya ia pun langsung di seret pulang sama lek nya dan di kurung untuk beberapa hari.


Flashback end...


"Hanjirr lu berdua " teriak Lessa.
"Hahaha kita kan ngomong sesuai fakta,iya gak lex?" Seru Leona sambil menaikan sebelah alisnya.
"Nah bener tuh,kita kan ngomong sesuai fakta! Apa lagi itu fakta paling unik seorang anak 6 tahun udah jago nyuri hahaha" seru Alex tertawa girang.
"Nah bener Lex,parah banget dah mana sok-sok ngilerin gue lagi waktu itu,mampus kan kualat ama gue, akhir nya dapat apes dia nya hahah " seru Leona yang memojokan Lessa.
Tak lama beberapa menit mereka memojokan Lessa seorang pun menghampiri mereka.Entah lah nasib Lessa mungkin hari ini apes banget karena yang datang itu adalah orang yang buah nya di curi sama Lessa waktu kecil.
"Alex ni kasih bapak lu ya" seru bu lana sambil menunjukan undangan sunatan anak nya.
"Ehh iyaa tante entar gue kasih" seru Alex.
"Eh ini Leona? udah besar ya sekarang " seru bu lana sambil basa-basi sebentar.
"iya dong tante masa mau kecil mulu" seru nya.
"Gak kerasa dulu kalian itu masih kecil gitu,tante ingat banget apa lagi pas kejadian Lessa yang waktu itu nyuri buah tante" seru bu lana.
Alex dan Leona pun langsung ngakak barengan."haha tante tau aja kita lagi flashback itu" sambung alex.
"Udah deh tante pulang sana,pakai flashback lagi,nganter undangan nganter undangan aja jangan pakek ngegosip segalah,udah sana tuh anak nya manggil minta makan! Mati loh entar gak di kasih makan " seru Lessa yang amat begitu kesal yang terlihat dari mimik muka nya.
"Gapapa dong less kalo anak bu Lana mati kita makan ayam!" Sambung Rins yang langsung nimbrung tiba-tiba.
“Kurang ajar kamu ya Rins! Nanti tante bilang bapak kamu ya" protes bu Lana.
“Yakellah bercanda aja kali” seru Rins sambil memanyunkan mulut nya.
Bu Lana pun tak merespon Rins sedikit pun ia langsung pergi begitu saja tanpa berpamitan terlebih dahulu.
“Woy Rinso cepet majat lagi lo sana” seru Leona sambil melihat kedua tangannya di depan dada.
“Enak banget lo nyuruh gue” Protes Rins.
“Gue bilang lek lu entar kagak mau kerja” Ancam Leona.
Rins pun langsung merengutkan muka nya ia pun mau tak mau memajat pohon kelapa lagi sambil bergumam gak jelas “ Dasar cewe mulut nya ember” Seru nya.
“Lex kita kerjain yok” Seru Leona jail.
“Boleh-Boleh kerjain kayak gimana dulu ni?” Tanya Alex berbisik.
Leona pun memikir sejenak “A’ha Gue tau bagaimana…?”





>>>>TBC<<<<<