hello semua,saya balik lagi dengan FF horror yang saya buat yg judul nya "I here with you" :D sebelum nya ada perngatian judul diFF saya yang ini :D yasudah berharap cerita nya dapat memuaskan pembaca :D dan maaf kalo FF ini gaje banget :D dan sekali lagi maaf kalo ada typo :D okee selamat membacaaa.......
Tubuh Fran pun seakan tersontak
kaget."Kau?,ada apa kau kemari malam-malam begini" tanya nya sambil
memasang raut wajah yang begitu heran.
"Ah maaf jika aku menggangu mu,aku hanya ingin membalikan ini" seru nya,pria itu pun langsung memberikan sebuah pita berwarna hitam yang digunakan oleh Fran tadi sore.
Fran pun sedikit kebinggungan"bagaimana benda itu bisa dengan mu?" Tanya nya.
"Apa kau lupa? Tadi sore kau
menambrak ku di tengah hutan dan tak sengaja pita mu terjatuh,ketika aku ingin
membalikan nya kau sudah lari duluan" seru pria itu memberi penjelasan.
"Ow ya terima kasih kau sudah mengembalikan nya...hmm" seru fran sambil memberi isyarat untuk mengetahui nama pria itu.
Untung nya pria itu dapat mengerti isyarat yang di berikan kepada Fran dan ia pun langsung mengatakannya "Panggil saja nama ku Alex" seru pria itu.
"Baik lah alex,senang mengenal mu "seru fran sambil mengembangkan senyuman nya.
"Yasudah maaf jika aku menganggu mu
dimalam begini,good nite cesca have nice dream" seru Alex sambil
menyipitkan sebelah matanya.
"Oke good nite too alex and have nice dream too" seru Fran membalas nya dengan senyuman.
**
Pagi pun telah menyinari sebuah kota
terpencil yang ada di negara spanyol .semua burung pun berhamburan
kemana-mana,dedauan pun seakan-akan menari riah menyambung indah nya sinar pagi
yang dipancarkan oleh sang surya,dan tidak lupa semua bunga yang berada di pinggir
hutan menyambut pagi dengan senyuman yang begitu indah seakan-akan semua orang
yang meliat nya sangat ingin memetik nya.
"Wah alangkah indah nya bunga
ini" seru Jenni yang begitu takjub dengan bunga yang ada di samping villa
.
"Apa kau tak perna melihat bunga?
Dasar!" Cibir Grace.
"Kau ini,apa salah nya jika ku
takjub dengan nya" seru Jenni membela diri.
Grace
Grace
Grace mendengus kesal melihat tingkah teman nya itu,dia pun langsung
mengalihkan pandangan nya kesisi-sisi pemandangan yang ada di hutan itu,tak
lama bola mata milik Grace pun tertujuh kesalah seorang pria yang begitu ia
kagumi saat ini.Tak ambil pusing ia pun langsung bergegas menghampiri pria itu.
"Hey Alex" sapa nya dengan
manis.
Pria yang di panggil alex pun langsung menoleh kesumber suara "Hey.."
Pria yang di panggil alex pun langsung menoleh kesumber suara "Hey.."
"Nama ku Grace" sambung nya
dengan cepat.
"Hmm tak perduli entah siapa nama
mu itu" batin Alex.
"Apa yang kau lakukan di
sini?" Tanya Grace basa-basi.
Alex pun menghebuskan nafas berat milik nya. "aku hanya ingin jalan-jalan saja" seru nya.
Alex pun menghebuskan nafas berat milik nya. "aku hanya ingin jalan-jalan saja" seru nya.
"Wahh kalo begitu road kita sama,
bagaimana kita barengan?" Tanya nya bersemangat.
Dan tiba-tiba Jenni pun datang diantara
mereka "Ahhh Grace,mengapa kau meninggalkan ku"teriak Jenni kesal.
Grace pun langsung melototkan mata nya
sambil memberi kode untuk Jenni supaya dia pergi dari diri nya.
Jenni sangat mengerti maksud dari Grace
tapi sayang nya ia sama sekali tak memperdulikan hal itu,dia begitu kesal
karena Grace meninggalkan nya sehingga dari tadi ia berbicara sendiri."Aku
tau apa maksud mu tapi,jika kau ingin berduaan kau bisa bilang bukan? jadi aku
tak seperti orang gila tadi" bisik Jenni amat begitu kesal.
"Hentikan bodo! Apa kah perkataan
bodo mu itu penting! kau beritahu kepada ku hah? " Tegas Grace
kesal."Jadi sekarang pergi lah!,jangan jadi seorang benalu di sini!,kau
mengerti!" seru nya lagi sambil memberi tekanan di setiap kata nya.
Jenni pun memutarkan bola mata
nya."Baik lah" seru nya dan langsung pergi dari Grace.
"Jadi bagaimana? Alex?" Tanya Grace membuka percakapan.
Alex pun terdiam sejenak sambil
melihat-lihat sekeliling tempat ia berdiri."Hmm baik lah tapi.."
"Apa tapi apa?" Tanya Grace
heran.
"Jika kita berjalan berdua itu
sangat tidak baik apa lagi kita mau kehutan,sebaiknya kita ajak satu orang
lagi" seru Alex.
Mimik muka Grace pun langsung berubah
dari yang manis menjadi cemberut."Apa!! Arghhh bisa kah kau mengerti Alex!
aku hanya ingin berdua dengan mu!! Hanya berdua!!! Arghhh" teriak Grace
dalam hati nya.
"Kenapa Grace? Kau tak keberatan
bukan?" Tanya Alex sambil menatap jail Grace.
Grace pun memasang senyuman palsu nya "Tentu Alex,sungguh aku tak keberatan" seru nya.
Grace pun memasang senyuman palsu nya "Tentu Alex,sungguh aku tak keberatan" seru nya.
"Owh bagus baik lah kalo begitu
bantu aku mencari seorang yang untuk kita ajak" seru Alex sambil melihat
sekeliling penjuruh hutan.
"Memang siapa orang yang kau
maksud" tanya Grace.
Alex pun masih saja mencari seorang yang
ingin di ajak nya sampai-sampai dia tak memperdulikan Grace yang lagi
berbicara,dan pada akhir nya dia pun menemukan orang yang dia maksud.
"Alex! Kau mendengar ku
tidak?" Tanya Grace sambil menahan emosi nya.
"Ya tentu,orang itu yang ku
maksud" seru Alex sambil menunjuk kearah seseorang yang berada di sebrang
sana.
Mata grace pun sontak langsung membulat "what!! Francesca!" Teriak nya sambil menaiki sebelah alis nya.
Mata grace pun sontak langsung membulat "what!! Francesca!" Teriak nya sambil menaiki sebelah alis nya.
"Iya kenapa? Tadi kau bilang tak
keberatan bukan?" Tanya Alex.
"Ah tentu, aku
hanya...hmm"seru Grace yang tiba-tiba lidah nya begitu keluh.
"Baiklah ayo kita hampiri dia"
seru Alex sambil menarik tangan Grace
**
"Jadi bagaimana cii kau mau tidak
ku ajak kesana? Supaya kau percaya dengan ku" tanya Fran.
"Yaa,tapi kau tau lah aku..."
"Hey Cesca" sapa Alex dengan
senyuman manis nya.
"Hey Alex "sapa balik Fran
yang sedikit canggung saat melihat keberadaan Grace di samping Alex.
"Kau sibuk tidak?" Tanya nya.
"Hmm ya aku.."
"Tidak Alex,Francesca gak perna
sibuk kok,Emang ada apa kau ingin mengajak nya jalan-jalan? Oww kebetulan tadi
Fran mengajak ku jalan-jalan tapi aku sangat sibuk, Jadi maksud ku Fran kau
jalan sama Alex saja bagaimana? " Sambung Alicia sambil tersenyum licik
kearah Grace.
Sementara Grace tidak dapat berkutip
satu patah pun kata-kata dia hanya bisa memandang tajam kearah dua sahabat yang
sangat ia benci."Awas kau sejoli berengsek kau lihat saja waktu main
ku" seru batin nya.
"Itu ide yang bagus.. Hmm sapa nama
mu? " Tanya Alex.
"Alicia" seru Alicia.
"Oke,jadi Cesca kau mau tidak?
Maksud kedatangan ku memang benar seperti yang di katakan teman mu itu"
seru Alex.
Sementara Grace memberi lototan yang tajam kearah Francesca.
"Hmm baiklah!" Seru Fran.
"Ahh sial kau Francesca awas kau ahh!!!! " pekik Grace dalam hati nya.
**
"Rins,kemarilah tolong bantu aku" pekik Pecco sembari memegang beberapa ranting pohon.
"Ah kau ini! Pagi-pagi sudah menyusahkan orang saja " cibir Rins.
"Udah kau jangan banyak mengoceh,ayo kemari bantu aku" pekik Pecco lagi.
Rins pun langsung pergi kearah dimana Pecco sedang berada. "Apa yang perlu ku bantu?" Tanya nya.
"Bantu aku mencari ranting
pepohonan di tengah hutan sekarang" seru Pecco.
Rins pun langsung terbelalak dan menolak
permintaan Pecco barusan "Tidak...tidak..aku tak mau!" Bantah Rins.
"Rins kau harus solit dengan teman,jika
kau sakit aku membantu mu dan sedangkan aku minta bantuan kau tak perna
mau" protes Pecco.
"Tapi Co,aku tak sedang ingin ke
hutan itu! Kau tau kan kejadian waktu itu hah? Tau kan?" Seru Rins membela
diri.
Pecco pun hanya terdiam mendengar teman
nya itu mengoceh,tanpa pikir panjang Pecco langsung beranjak pergi dari tempat
nya berdiri sementara Rins dia masih pusing antara mau pergi atau pun tidak,dia
masih memikirkan hal-hal negatif yang akan terjadi jika dia masuk kembali ke
hutan itu. Dada nya seakan-akan sesak memikirkan hal itu dengan perasaan yang
campur aduk dan gelisah Rins pun akhir nya membuat keputusan untuk pergi
menyusul teman nya itu.
"Kenapa kau kemari" Tanya
Pecco yang sedikit kesal.
“Kau juga yang bilang aku harus
solit” seru Rins sambil meletakan kedua
tangan nya di depan
dada.
“Bagus lah jika kau sadar” Seru Pecco
yang akan menjengkelkan.
Rins pun mengecakan mulutnya seketika
“Kau ini menyebalkan sekali” Seru Rins.
“Kau itu yang menyebalkan” Seru pecco
tak mau kalah.
“Sudahlah Pecco kedatangan ku baik
disini kau jangan bersikap seperti itu,untung-untung aku mau membantu mu
mencari kayu!!! “ seru Rins sembari menyipitkan matanya.
“Yasudah ayo bantu aku “ seru Pecco.
“Wait” Seru Rins mendadak,lantas Pecco
pun berhasil memberhentikan langkah nya itu.
“Apa lagi” protes Pecco.
Rins pun mengaruk-garuk dahi nya
sebentar.”Kau janji dulu,bahwa kita tak akan jahu-jahu pergi nya” Seru nya.
Pecco pun langsung menghembuskan nafas
berat nya “Hanya itu?? Sungguh kau begitu menyebalkan Rins” maki Pecco.
“Ya Aku hanya sedia payung sebelum
hujan” seru nya.
“Iya baik tuan Rins baik! Puas kau
sekarang?” seru Pecco dengan raut wajah yang penuh dengan kekesalan.
Tak lama mata Pecco melihat sebuah
gerobak yang sedang terledak di dekat pepohonan yang rindang itu,ia pun
langsung menujuh untuk mengambil gerobak itu.
“Hey apa yang kau lakukan dengan gerobak
itu” Tanya Rins dengan raut muka yang begitu heran.
Pecco pun tak merespon pertanyan Rins ia
pun langsung mendorong gerobak itu tepat ditempat dimana ia berdiri tadi.
“Untuk apa ini” Tanya Rins lagi.
Pecco pun menghelai nafas.”Untuk
menyimpan kayu yang kita dapat Rins,kau mau membawa kayu-kayu itu dengan kedua
tangan mu hah??” Tanya Pecco sambil menaiki sebelah alisnya.
Rins pun tak berkutip satu patah pun ia
hanya bisa mengangguk untuk merespon teman nya itu.
Mereka berdua pun langsung mengambil
satu-persatu rating-ranting pohon yang berhamparan di tanah dan menyimpan nya
di gerobak yang tadi Pecco bawa.
Beberapa menit kemudian gerobak itu pun
sudah terpenuhi oleh rating-ranting pohon dan tanda nya perkerjaan mereka telah
selesai.
“Yasudah mari kita bawa ke villa
sekarang” seru Pecco.
“Baiklah “ seru Rins singkat.
Disaat setengah perjalanan mereka merasa
gerobak itu amat berat dari pertama mereka bawa sampai-sampai mereka tak mampu
untuk menarik gerobak itu lagi.
“Kenapa berat sekali ya” seru Pecco
sambil berusaha menarik gerobak itu.
“Entah lah aku pun tak tau padahal tadi
tak seberat ini” seru Rins.
Mereka
berdua pun berhenti sejenak dan langsung menoleh kearah belakang gerobak itu
dan ternyata ada sosok kakek-kakek tua yang tengah duduk di gerobak itu dengan
mata yang merah dan melotot kearah mereka berdua, Ahsli mereka berdua pun
langsung berteriak dan lari meninggalkan gerobak itu di tengah-tengah perjalanan.
Sampai-sampai ia tak menyadari bahwa ia menabrak seorang wanita yang berdiri di
depan nya sampai terjatuh .
“Hey bodo apa yang kalian lakukan hah? “
maki wanita itu.
Kedua nya pun langsung menoleh kearah
sumber suara.”ta..di ta…dii” jawab kedua nya gugup.
“Apa?? Tadi apa?? “ Tanya wanita itu.
“ADA SETAN” pekik nya berdua.
“Setan?? Kalian ini ada-ada saja! Mana
ada setan siang bolong begini “ seru wanita itu tak percaya sebut saja yah nama nya Alicia.
“Hey nona kami berbicara yang sebenar
nya! kami tak mengada-ngada! jika kau tak percaya kau lihat saja sendiri!”
protes Pecco.
“Oke aku akan lihat! Dimana! Dimana setan itu?? “ seru Alicia songgong.
Mereka
berdua pun amat kesal dengan sikap songgong wanita itu tak ambil pusing mereka
berdua langsung mengantarkan gadis itu ketempat tadi ia menghentikan
gerobaknya.
“Mana? Tak ada apa-apa disini” seru
Alicia melihat sekeliling tempat itu.
“Kau lihat di dalam gerobak itu” seru
Rins.
Alicia
pun langsung bergegas kegerobak yang dimaksud oleh Rins. Dan ternyata memang
tak ada apa-apa disitu.”Tak ada apa-apa ini hanya rating pohon saja dasar!!”
cibir Alicia.
Mereka berdua pun langsung menoleh satu
sama lain.”Ini tak mungkin” gumam Pecco.
“Maka nya kalian berdua jangan sering
nonton film horror, sama setan aja takut gimana sih cemen banget jadi cowo!”
seru Alicia.
“Songgong amat ni cewek, semoga aja
entar malam kau ketemu setan!” sumpah Pecco.
“AMINNN” seru Alicia yang begitu
menjengkelkan
**
"Kenapa kalian berdua dari tadi hanya diam?" Tanya alex membuka percakapan antara kesunyian yang berlalu 2 menit itu.
"Kenapa kalian berdua dari tadi hanya diam?" Tanya alex membuka percakapan antara kesunyian yang berlalu 2 menit itu.
"Aku hanya pusing sebenar nya kita mau kemana?" Tanya Grace.
"Entahlah aku pun tak tau"
jawab singkat Alex.
Grace pun langsung menoleh ke arah alex."Alex, kau tau aku sangat lelah berjalan daritadi kenapa kau tak mengatakannya bahwa kau memang tak punya arah untuk berjalan,dasar!"Cibir grace yang begitu kesal."Sekarang mari kita istirahat disana" seru grace sambil menunjuk sebuah rumah di sebrang sana.
Fran pun melihat rumah yang di maksud
oleh grace,saat melihat rumah itu ia sontak kaget dan langsung membantah
kemauan grace."Tidak" seru nya.
"Apa kau bilang? Tidak? Aku lelah
bodo" maki grace.
"Tapi grace tempat itu...."
Fran pun langsung terdiam ia merasakan bahwa kerongkongan nya ada sebuah benda
keras yang menyangkut seakan-akan ia tak dapat melanjutkan pembicaraan nya.
"Kenapa? Ada setan! Peduli apa
dengan omong kosong mu itu,dasar bodo! Kau masih saja percaya dengan setan! Kau
sungguh bodo FRANSCESCA!!" Maki grace lagi-lagi.
"Baik lah nona-nona jangan kelahi
mari kita kesana untuk beristirahat! Untuk kau nona grace aku minta maaf,dan
untuk kau nona cesca sudah lah ikutkan saja,ada aku disini" seru alex yang
tak mau ambil pusing.
Francesca pun hanya bisa pasrah saja ia
tak kuasa untuk berdebat dengan Grace karena jika berdebat dengan nya maka tak
akan perna selesai perdebatan itu.
Fran pun gumam-gumam dalam hati nya."Tuhan tolong lindungin kami,ku mohon" seru nya.
Fran pun gumam-gumam dalam hati nya."Tuhan tolong lindungin kami,ku mohon" seru nya.
"Akhir nya kita bisa istirahat
juga,kaki ku pegal sekali arghhh" seru Grace sambil menghempaskan tubuh
nya ke kursi yang ada dirumah tersebut berdekatan dengan Alex.
Sementara Fran,ia melihat sekeliling
penjuruh ruang rumah kosong itu,ternyata didalam rumah itu tak seseram seperti
luar nya. Semua barang-barang tertata sangat rapi sekali seolah-olah ada yang
menghuni rumah ini namun hanya banyak debu saja yang menyelimuti barang-barang
itu. Di dinding rumah itu sangat banyak terpapang lukisan-lukisan sosok wanita
yang amat anggun yang mungkin itu wanita yang perna Francesca lihat akhir-akhir
ini,mungkin Fran tak perna melihat wajah nya namun dari postur tubuh dan rambut
lukisan itu amat mirip dengan wanita yang Fran lihat.
"Wanita ini" gumam Fran sambil
membelalakan mata nya melihat lukisan itu.
Tak lama terdengar suara nyanyian yang
begitu merdu dari seorang gadis,suara itu tak jauh dari tempat dimana Fran
berdiri,dengan rasa penasaran yang menghantuin pikiran nya sekarang,ia pun
langsung mencari-cari dimana sumber suara itu berasal. Tak lama suara itu pun
berhasil membawa Francesca kesebuah kamar mandi yang begitu kumuh dengan
ditutupi oleh tirai disekeliling nya.Fran pun melihat bayangan sosok seorang
wanita yang sedang membersihkan rambut panjang nya yang terurai itu.
Tak lama wanita itu terdiam dan
tiba-tiba ia menangis histeris,wanita itu langsung memegang beda tajam seperti
gunting dan langsung menusukan gunting itu tepat di perut nya melihat kejadian
itu Fran pun langsung bergegas menyingkap tirai itu dengan kasar dan tak ada
orang disitu. Jadi wanita tadi siapa? Jadi yang menusukan gunting keperut nya
itu siapa? Ini sungguh tak ada orang ? Jadi yang ku lihat? Batin fran
berkali-kali menanyakan hal itu sungguh ini amat aneh dan sangat aneh
jelas-jelas ia melihat sosok seorang wanita di dalam kamar mandi itu.
Badan Fran pun mulai gemetaran tubuh nya
seakan seperti ada yang mengoncang dengan sangat kuat, tak lama ia mendegar
sekilas suara wanita yang sedang cekikikan di belakangnya ia pun langsung
membalikan tubuh nya dengan amat kasar dan kali-kali tak ada orang, bulu kuduk
Fran pun mulai merinding tak ambil pusing lagi ia sangat ingin meninggalkan
tempat itu.
Tetapi,
saat ia ingin pergi bergegas berlari dari tempat itu dan sialnya kaki kiri nya
di tarik kasar oleh sebuah tangan yang berada di dalam kamar mandi itu,tubuh
Fran pun langsung terhempas kuat kelantai ia berusaha ingin menahan tubuh nya
agar tidak ditarik kedalam kamar mandi itu,tapi semua tak berhasil ia tak mampu
menahan tarikan yang amat kuat itu sehingga tubuh nya tertarik kedalam,ia
melihat sosok seorang wanita yang sedang memegang gunting dan siap untuk
menusukan ketubuh Fran,Fran pun teriak histeri dan akhir nya.
TBC??
kritik dan saran saya tunggu :D

