Jumat, 06 Maret 2015

FF: The Darkness Part #4

Hello saya kembali ni heheheh :D maaf baru sempat lanjut ni soal nya sibuk -__- yaudah deh gak mau bnyk bacot.oww iya minta maaf kalo cerita nya gaje dan maaf klo typo merajalela -__- oke happy readingg






       “Fran ada apa “ tanya Alex yang segerah meraih Francesca.
        Fran pun langsung melihat sekeliling kamar mandi itu dan sosok yang ia lihat tadi sama sekali tidak menampak batang hidung nya sedikit pun.
       “Kau kenapa “ Tanya Alex lagi.
      Francesca hanya mengeleng pelan kepala nya,ia sama sekali tak bisa memberti tau Alex soal apa yang ia lihat tadi.mulut nya seakan-akan dicegat oleh seseorang. Maka dari itu ia hanya bisa berbahasa isyarat saja.
       “Dasar,kenapa kau beteriak bodo! Jika tidak ada apa-apa ” maki Grace yang amat kesal dengan perbuatan bodo yang Fran lakukan.
       Hey Grace ini bukan perbuataan bodo atau pun mengada-ngada ini serius. Jika Grace diposisi nya tadi ia juga bakal tidak bisa berkutip satu patah pun kata. Mungkin ia juga akan sama dengan Francesca sekarang. Mungkin tidak ia akan pingsan saat melihat sosok yang menyeramkan yang barusan Fran lihat. Andai saja tuhan dapat melihat kan sosok itu lagi kepada Grace.
       “Sebaiknya kita pulang saja hari juga hampir larut malam” seru Alex.
       Kedua nya hanya bisa mengangguk pelan.

**
Sementara di halaman villa anak-anak semua sudah siap dengan kegiataan nya masing-masing. Saat ini hari tak akan menurutkan jutaan percikan air kebawah. Tanda nya pesta api unggun pun akan di mulai pada saat ini.
        Sementara Alicia ia sibuk dengan urusan nya yaitu disuruh untuk membuat api unggun,ini sebagai ganti hukuman nya ahh Sial . Alicia amat kesal karena hukuman nya tak setimpal oleh perbuataan nya. Ia selalu memaki-maki tak jelas sambil melemparkan rating pohon ketempat dimana kobaran api menyalah. Seharus nya hukuman nya ini tak ia lakukan sendiri melainkan bersama Grace, karena perbuataan nya itu bukan murni kesalahan nya,tapi yahh kalian bisa lihat guru brengsek itu masih saja melotot untuk ia lakukan hukuman nya itu sendiri. Maka dari itu ia amat kesal  karena hukuman ini amat tak adil untuk nya.
        Alicia pun masih melepar-lempar rating pohon dengan  kasar. Ia sama sekali tak peduli jika rating pohon itu mengenai kepala siapa pun, kalo bisa ia lakukan ia sangat ingin melepar rating pohon itu tepat kemuka Mr yang menghukum nya itu. Tapi sayang nya Mr itu tak perna melintas dekat kobaran api unggun . AHHH SUNGGUH SIAL BUKAN!!!! Kenapa,apa yang ia ingin kan sama sekali tak terjadi sedikit pun.
       Mungkin tidak,tuhan tak ingin menambah dosa mu Al maka dari itu tuhan tak akan perna mengambulkan sedikit doa jahat mu itu. Yahh itu hal yang masuk akal yang harus kau ingat Al.
       “Arghh “ teriak seorang pria dengan teriakan baritonnya.
       Alicia sempat menghentikan niat nya melepar ranting-ranting itu kekobaraan api saat mendengar suara itu. Namun niat nya itu seakan-akan lenyap di telan bumi.
       “Hey bodo,kalo kau mau melepar lihat-lihat kesisi yang mau kau lempar” seru seorang pria yang di belakangin oleh Alicia.
       Alicia sama sekali tak perduli ia hanya menolehkan kepala nya ¼ saja.”Maaf”
       “Dasar wanita gila” maki pria itu.
       Mendengar perkataan GILA dari lelaki itu Alicia pun langsung memutarkan tubuh nya dan memadang sinis pria yang mengatakan nya itu.”Sial, kau itu yang gila! Bodo! Sudah tau aku lagi melempar rating kau masih saja berjalan berlengak-lenggok di depan situ” semprot Alicia dengan penuh emosi.
       “Kau ini sudah salah! pintar menyolot!”
      “Hey pria astral kau tau! Jika aku salah aku tak akan menyolot, dan kau tau ini sebaliknya maka dari itu aku menyolot” seru Alicia sambil menatap tajam pria itu.
       Tak lama Francesca pun datang diantara macan yang senang mengamuk “Hey Al what happen?”
       “Kau harus jaga macam mu itu, kalo tidak semua orang akan di mangsa oleh nya “ tegas pria itu sebut saja nama nya Pecco. Pria itu pun langsung pergi meninggalkan tempat dimana ia berdiri tadi
       “Hell!! You arghhhh” seru Alicia sambil mengeretak kedua rahang nya sambil mengumpalkan kedua tangannya.
       Tak lama suara dari Mrs.lana pun terdengar sangat lantang, ia menyuruh semua murid untuk berkumpul di depan api unggun sekarang karena acara api unggun akan segerah di laksanakan pada saat ini. Semua murid pun berkumpul dengan amat tertib didepan api unggun sambil mengeluarkan semua makanan-makanan yang ingin mereka makan sekarang.
       “Kepala ku pusing Al seperti nya aku tak akan ikut pesta ini” seru Fran sambil mecengkram kepala nya.
      “Yasudah tidak apa-apa get well soon “ seru Alicia dengan juntaian senyum menghiasi bibir nya.
      Francesca pun langsung memasukin villa dan langsung pergi bergegas kekamarnya karena kepalanya sama sekali tak dapat di tahan lagi. Setelah sampai disana pun ia langsung menghempaskan tubuh nya di bed yang ada dikamar nya itu. Aneh nya saat ia berada di kamar itu tiba-tiba kepala sama sekali tak sakit. Tapi mengapa saat dibawah tadi kepala nya terasa seperti dihantam oleh batu sehingga terasa sangat berat sekali.
        Sungguh ini kejadian yang sangat aneh, ia  tak kuasa untuk turun dari tangga, ia pun mengurung niat nya untuk mengikuti pesta itu. Fran pun langsung mengeluarkan perlengkapan lukis nya. Karena ia sangat bosan dikamar maka dari itu ia memilih untuk melukis di suasana malam di villa ini. Ia pun meletakan semua peralatannya di depan jendela kamar nya.karena di situ lah pemandangan yang paling indah menurut nya
       Fran pun perlahan mencoret-coret  kertas putih dengan kuas yang di beri warna bitu tua itu. Ia sedang mengambar langit yang ada di hadapannya saat itu dengan suasana twilight yang begitu sangat indah. Ia sama sekali belum perna melihat langit seindah ini apalagi melukis langit dengan suasana twilight seperti ini. Jadi ini pertama kali nya ia melukis suasana twilight dan di dampingin oleh super moon yang menerangi seluruh isi jagat raya ini.
       Coretan-coretan diatas kertas putih itu pun telah  terukir sangat indah. Mata Fran pun langsung mengalihkan pandangan keluar jendela itu,ia melihat pemandangan di depan nya sekarang sangat terpenuhi oleh berbagai pohon-pohon yang begitu rindang. Maka dari itu ia akan melukis pohon-pohon itu.
       Tapi,belum sempat ia melukis pepohonan itu. Ia pun langsung menolehkan pandangannya di salah satu pohon yang tak begitu jauh dari vila itu. Ia melihat di atas pohon itu ada kain putih yang sedang berlambai-lambai riah. Pikir nya itu hanyalah sebuah sepanduk atau tidak kain putih yang di sangkuti. Namun Sial nya dugaan nya itu sangat meleset.
       Ternyata itu bukan lah sebuah spanduk atau pun kain putih tapi itu adalah sesosok seorang wanita yang sedang begelantungan dengan kepala yang di juntaikan kebawah dengan rambut yang amat sangat panjang sampai ketanah. Sosok Wanita itu pun melihatin Fran dengan mata yang melotot dari kejauan dan tiba-tiba wanita itu pun melayang dari tempat ia begelantungan dan langsung pergi menujuh ke jendela kamar Francesca. Fran pun dengan cepat langsung menutup jendelannya dan menjatuhkan tirai nya untuk menutupi jendela yang transparan itu.
       Francesca masih terpaku di tempat ia berdiri sekarang. Ia seperti di cegat,ia sama sekali tak bisa berteriak apalagi berlari. Jatungan berdebar sangat dahsyat dan tubuhnya pun gemetaran tak karuan. Ia hanya bisa memaca doa di dalam hati nya. Ia sangat menyesal memperhatikan sosok itu tadi. Andai jika ia tak melihat sosok itu maka hal seperti ini tak akan perna terjadi di kehidupannya.
       Sekarang tubuh nya sudah mulai dapat begerak. Pikir nya mungkin itu hanya lah halusinasi nya saja karena ia sangat lelah saat ini. Tapi itu mustahil tadi itu nyata mana mungkin itu hanya halusinasi nya saja. Dimana pun kau berada sosok itu selalu ada di dekat mu! Apa itu halusinasi? Itu mustahil sosok itu memang ada sekarang yahh di dekat mu Fran, di dekat mu ia berada di sekekiling mu sekarang.
       Francesca pun masih menenangkan sejenak pikiran nya dikamar itu ia tak habis pikir kenapa pikirannya selalu dihantuin oleh sosok wanita itu! Kenapa! Oh tuhan. Sayang nya kejadian yang menimpah nya saat ini sama sekali tak membuat Fran pergi dari kamar nya. Heyy What happen!!! Apa ia masih penasaran dengan sosok itu? Apa ia masih ingin bertemu dengan sosok itu ? ahh shitt itu sangat gila!.
       Fran pun langsung beranjak mengambil air di dalam kulkas mini yang ada di kamar nya itu, ia langsung meneguk air itu dengan sangat cepat sehingga pikirannya pun kembali menjadi sangat normal. Saat ia berbalik dan tiba-tiba pintu kulkas itu terbuka Fran pun langsung menutup nya kembali, mungkin ia lupa menutup nya tadi. Saat ia melangkah menjauh dari kulkas itu dan sial nya pintu kulkas itu terbuka lagi. Fran pun langsung menutup nya dengan amat kasar dan langsung pergi dan tak perduli jika pintu kulkas itu kembali terbuka.
      Saat ia merebahkan tubuh nya di kasur ia pun tak sengaja mendengar suara cekikikan perempuan di depan kamar nya. Mungkin itu Alicia pikir nya, karena suara nya hampir sama seperti suara Alicia. ia pun langsung beranjak dari kasur nya dan membuka pintu dan kali-kali tak ada orang. Fran pun geram dan langsung membanting pintu kamar nya dengan kuat. Dan suara sialan itu kembali bergemah di depan kamar nya.
       “Oh sial!! siapa disana? ku mohon jangan ganggu aku,ini semua tak lucu” teriak Fran.
       Suara wanita itu pun semakin menyaring di dalam ruang kamar Fran. Suara cekikikan itu seperti bermondar-mandir di suatu sisi dan pergi kesisi lain nya.
       Bulu kuduk Fran pun mulai terasa berdiri semua dan keringat dingin pun mulai membasahin seluruh tubuhnya. Karena suara itu semakin lama semakin menyeramkan suara itu semakin bergemah-gemah. Dengan cepat Fran pun langsung pergi membuka pintu dan langsung bergegas menuruni tangga. Namun saat ia menurunin 2 buah anak tangga ternyata ada sosok yang amat menyeramkan lagi yang sedang mau naik menujuh keatas. Yaitu seorang pria yang sedang memegang kepala nya yahh bisa di bilang hantu kepala buntung.
       Sontak Fran langsung naik lagi menujuh kamar nya. Ia tak tau lagi mau lari kemana, jika ia ke bawah maka ia bertemu dengan hantu itu dan jika tidak ia tak tau akan jadi petakah apakah di kamar nya ini. Dia buruh-buruh menelpon Alicia namun Alicia tak mengangkat telpon nya sama sekali. Fran pun langsung berbaring dikasur nya dan menutup seluruh tubuh nya dengan selimut.
       “Oh tuhan apa yang harus ku lakukan? Apa ini hanya halusinasi ku saja atau ini nyata? Oh tuhan ku mohon hapus semua makhluk gaib itu di dalam pikiran ku, ku mohon aku tak sanggup lagi tuhan.” Seru nya dalam hati sambil mencengkram bibir selimut.
       Setelah 20 menit kemudian perasaan nya sudah mulai sedikit tenang. Tetapi seperti ada janggalan yang berada di langit-langit ruangan itu, Fran masih tak mau membuka selimut nya. Ia masih saja menahan diri nya di bawah selimut itu. Namun jika ia tak beranjak pergi maka nanti akan ada suatu yang sial lagi baginya. Dengan perasaan yang was-was ia pun perlahan menurunkan bibir selimut sedikit demi sedikit. Dan hasil nya tak ada apa-apa.
       Yahh untung lah tuhan mendengarkan doa nya sekarang. Ia pun dengan cepat langsung membuang selimut itu kesembarang tempat saat seperempat ia berjalan menujuh pintu tak lama ada sebuah cairan yang jatuh tepat di bahu sebelah kanan nya. Ia pun langsung memegang cairan itu dan ternyata itu DARAH?? Yahh itu darah!!. Fran pun langsung menoleh ke langit-langit kamar dan sosok wanita itu sedang melekat di langit-langit ruangan kamar nya.
       “Ahhhhhhhhhhhhhhhh” teriakan baritonnya. Ia pun langsung bergegas cepat menujuh anak tangga dan menurunin nya sambil tergesa-gesa. Dan tak sengaja ia pun menambrak seseorang yang tengah melintas di hadapannya.

       BRUKK
       “Oh tuan hantu ku mohon maafkan aku ku mohon jangan ganggu aku”
       “Hantu?? Aku manusia bukan hantu tega sekali kau” seru pria itu sedikit sinis.
       Fran pun langsung menongkak kepala nya keatas dan ternyata itu bukan hantu.”Maa-aa-f ku kira kau”
       “Ah sudah lupakan. Kau melihat hantu dimana? “ seru pria itu berbisik.
       “di ruangan ku” seru Fran.
       “Kau tak berbohong bukan? “ seru pria itu sediiikittt memberikan senyuman jailnya.”Kau yakin itu hantu?” Tanya nya lagi dengan ekpresi muka ketakutan.
       Francesca hanya mengangguk pelan.
       “Mari kita beritahu kepada guru-guru yang lain,sebelum semua nya menjadi hal yang fatal” seru Rins sambil menarik tangan sebelah kanan Fran.
      Mereka berdua pun langsung pergi keluar dan mencari guru pembimbing nya segera. Untuk memberitau kejadian yang di alami oleh Francesca saat ini. Fran pun langsung menceritakan sosok apa yang telah ia lihat akhir-akhir ini, ia mengatakan bahwa sosok wanita it uterus menghantuinnya setiap saat.
       Saat Fran menceritakan semua kejadian yang di alami nya saat ini sial nya guru pembimbing mereka tak mempercayai hal itu. Ia beranggapan bahwa Fran memiliki imajinasi yang sangat tinggi sehingga dapat membuat cerita yang amat meyeramkan itu. Fran sudah beberapa kali mengatakan hal itu supaya guru nya percaya, tapi guru itu tetap saja menyangkal apa yang Fran kata kan kepadanya.
       “Sebaik nya kau tidur nona Ramos mungkin kau sedang mengantuk saat ini” seru Mr. John kepada Fran sambil mengeleng-geleng kepala.
       “MR.John ku mohon percaya lah. Aku sudah cukup banyak beristirahat saat ini. Tak mungkin aku…”
       “Nona Ramos pergi lah cerita mu itu sangat tak bisa membuat ku percaya, maaf” seru Mr.John sambil mengisyaratkan Francesac untuk pergi dari hadapannya.
       Ternyata usaha ia hanya sia-sia saja Mr.John sama sekali tak mempercayainya sedikit pun. Fran sudah lelah memberitau nya berkali-kali dan tetap saja hasil nya sama seperti sebelum nya. Ohhh Mr.john ia tak sedang bercanda Mr.john ,atau pun ingin membuat cerita horror itu sama sekali tidak pleaseee believe that.
      Jarum jam pun sudah menunjukan pukul 00:00 am. Dan tanda nya pesta itu sudah berakhir. Semua anak pun berhamburan untuk pergi keruangan kamar mereka masing untuk merebahkan tubuhnya yang sudah setengah daya itu.
       “Al kau sudah tidur” Tanya Fran pelan.
       “belum” seru nya hangat. Tapi mata nya tertutup sangat rapat ahh dasar!!!
       “Aku ingin menceritakan sesuatu”
       “hmm Apa?”
      Fran pun menghirup nafas panjang sejenak lalu membuang nya perlahan-lahan dari mulutnya. Ia pun langsung menceritakan hal yang tadi ia cerita kan kepada Mr.John. Ia berharap Alicia sama sekali tak mengatakan hal yang sama seperti Mr.John saat tadi ia ceritakan keluhan nya.
      “Jadi bagaimana? Apakah itu sebuah cerita horror menurut mu Al? atau tidak kau punya maksud yang lain dari apa yang ku ceritakan tadi? Menurut mu itu masuk akal tidak? Menurut mu apakah aku sedang mendongekan hal gila kepada mu. Aku hanya ingin tau pendapat dari setiap orang Al “ seru Fran sambil memain-mainkan jerami nya yang jenjang itu.
       Tapi kepada ia sama sekali tak mendapat respon dari teman nya itu?
       “Al…”
       Ia pun langsung menoleh sebelah kiri bawah dan ternyata Alicia sedang tertidur sangat pulas sekali. Jadi yang ia ceritakan tadi itu Alicia sama sekali tak mendengarnya? Pantas saja setiap perkataan nya tadi Alicia tak protes sedikit pun atau memotong nya. Karena setiap Fran menceritakan hal aneh ke dia. Ia selalu langsung menyemprot perkataan nya Fran. Ohh tuhan Aliciaaa!!!!!
      “Dasar!! “ cibir nya sambil mengalih pandangan ke langit-langit kamar.
       Saat Fran memperhatikan langit-langit kamar nya itu. Ia melihat sebuah coretan berwarna merah darah di langit-langit kamar nya itu. Ia pun berusaha membaca tulisan itu semampu nya dan pada akhir nya tulisan itu menampakan seluruh kejutannya di mata Fran. Dan tulisan itu seperti ini “THE DARKNESS BETWEEN OF YOU ”.  Fran pun mencoba mengusap kelopak matanya itu dan berusaha membaca sekali lagi tulisan itu dan memang tulisan itu mengatakan seperti itu.
       Dan tiba-tiba seluruh lampu diruangan itu berkedap-kedip dengan sangat cepat seperti ada yang memainkan saklar lampun nya. Suasana dingin pun mulai menjalar keseluruh tubuh Francesca. Ia amat gemetaran dan jantungan terasa seperti di sengat oleh ribuan penyengat rasa nya amat berdebar dengan dashyat. Fran pun berusahan menarik Alicia dan membangunkan nya namun Alicia tak sedikit pun menyadarkan diri nya. Ia sangat nikmat sekali tertidur.
       Fran pun langsung menutup seluruh tubuh nya dengan selimut. Ia tidak mau sedikit pun melihat keluar dari selimut. Ia takut kejadian tadi menimpah nya lagi maka dari itu ia menguruh diri nya kedalam gumpalan selimut tebal. Saat ia ingin menyampingkan tubuh nya itu ia sangat merasakan beban yang menimpah nya saat ini. Kalian pasti tau maksud nya seperti apa bukan? Yahh biasa orang pada zaman dahulu bilang kejadian ini yaitu ditindih oleh makhluk halus.
       Fran pun sama sekali tak bisa mengerakan seluruh tubuh nya,baik itu jarinya sekali pun ia sama sekali tak bisa mengerakan nya sedikit pun tubuh nya terasa seperi lumpuh total.  Ia pun mencoba berteriak, ia yakin teriakan nya itu sangat kuat sekali tapi sayang teriakan nya itu tak dapat keluar dari ronggah mulut nya melainkan teriakan itu hanya ada di dalam hati nya.
       Ia pun melihat bayangan sekilas dari pantulan selimutnya itu. Yaa kali-kali sosok aneh lagi yang ia temukan. Kali ini sosok itu bukan berupa wanita atau pun seorang pria yang memegang kepala nya. Tapi sosok manusia seperti sebuah binatang? Yaaaa manusia bertampang binatang. Seluruh tubuh sosok itu sangat terpenuhi oleh buluh-buluh berwarna hitam pekat yang amat tebal sekali. Sosok itu sekarang sedang menimpah seluruh tubuh Fran. Ia pun mencoba membaca-baca doa didalam hati nya ia tak bisa melakukan apa-apa lagi. Dan untung nya tuhan masih amat sayang dengan nya sosok itu tiba-tiba lenyap di telan bumi.
       Dan sial nya lagi setelah sosok itu hilang tiba-tiba ada suara jeritan perempun di luar sana. Fran sangat kenal dengan suara itu. Suara itu seperti suara Emil, Fran pun langsung bergegas membuka jendela kamar nya dan melihat suasana diluar sana. Disana terlihat Emily seorang diri tengah berjalan menujuh hutan yang tadi siang ia kunjungin.
       “Hey Emily ?? what you doing “ teriak Fran amat kencang.
        Sama sekali Emily tak mendengar teriakan bariton dari mulut Fran. Ia masih saja berjalan dengan santai dan pandangan nya menghadap kedepan terus tanpa menoleh kearah kanan mau pun kiri. Ia tampak seperti di hipnotis oleh seseorang untuk memasukin hutan itu. Tapi siapa ?
       Fran pun terus menerus berteriak kearah Emily dengan sekuat tenaga nya dan tiba-tiba lampu diruangan Fran pun padam. Astaga hal apa lagi ini permainan seperti apa ini?
       “Sial” gumam nya. Ia pun langsung melihat lagi kearah luar jendela dan Emily sudah tiada jejak nya lagi. Fran berusaha mencari nya disetiap semak-semak hutan dan sama sekali ia tak menemukan sosok Emily.
       Apa kah itu hanya halusinasi nya saja? Yaa Fran pun berpikir itu mungkin hanya halusinasi nya saja. Betapa bodoh nya kah ia beranggapan bahwa Emily keluar dari villa ini. Itu sangat tak masuk akal Mr.john setiap malah selalu menunggu dip agar villa itu. Jadi mana mungki kalau Emily bisa keluar.
      Sekarang ruangan Fran amat gelap gulita ia tak dapat melihat apa pun di ruangan itu. Dan salah nya, ia lupa menyimpan ponsel nya kemana jadi ia pun bergagap-gagap menujuh kekasur nya. Fran pun hanya bisa pasrah dengan keadaan yang menimpanya saat ini. Ia pun langsung menhempaskan tubuh nya di kasur.
      Saat Fran ingin menutup mata nya tiba-tiba seseorang sedang berjalan menujuh nya. Yaaa itu seperti nya Alicia yang sedang takut kegelapan dan ingin tidur satu tempat tidur bersama Fran. Fran pun membiarkan Alicia tidur bersama nya. Tapi aneh nya kenapa Alicia tak berbaring melainkan tengkurap sambil menompang wajah nya memandangi Fran?.
       “What? kenapa kau memandangi ku seperti itu?? Kau tak tidur?” Tanya Fran.
       Ia sama sekali tak menjawab pertanyaan Fran melainkan ia hanya mengeleng pelan kepalanya. Dan ia masih teteap menompang wajah nya menatap Fran.
       “Baiklah aku tidur dulu Al” seru Fran sambil menarik selimut nya sampai kedadanya.
       Dan ia hanya mengangguk pelan saja.
       Fran sempat heran mengapa Alicia tak merespon pertanyaan nya satu pun? Padahalkan Alicia sangat hobi dalam berbicara baik itu penting mau pun tidak penting sekali pun ia akan menjawab semua pertanyaan nya di lontarkan oleh nya. Tapi kenapa sekarang ia! Oh sudah lah itu amat tak penting. Fran pun langsung memejamkan mata nya dan langsung menembus alam mimpi nya.


                                                                                        ***
Matahari pun sudah menunjukan sekujur tubuh nya ke alam ini dengan sinar nya yang begitu menyekat bola mata saat melihat nya . Dengan tiupan angin yang sangat mesrah itu pun sangat meghangatkan suasana dikota ini. Ini hari ketiga dimana mereka telah menepati kota ini. Namun di hari ke tiga ini ada kejadian yang sangat aneh sekali. Semua murid pun di paksa untuk berkumpul di halaman villa itu.
       “Ada apa Mr.john kau memanggil kami semua kesini” seru Pecco yang masih mengambang-ngambang.
       “Iya menganggu orang tidur saja “ cibir Rins sambil mengecak-ngecak mulut nya.
       “Ini adalah soal genting Pecco Rins” seru Mr.John tegas.
       “Soal genting apa yang kau maksud? Apakah celana dalam mu hilang saat dijemur?” seru Pecco yang membuat lelucon sehingga semua murid tertawa mendegarnya.
       “SHUT UP !! tuan Bagnaia! “ tegas Mr.John dengan seluruh wajah nya terpenuhi oleh amarah.”Baiklah Mr mengumpulkan kalian disini adalah Mr mau bertanya apakah salah satu dari kalian melihat Emily? Karena Emily sekarang ia tak ada di villa ini” seru Mr.John khawatir.
       Semua mata mereka pun langsung terbelalak mendengar ucapan Mr.John barusan.
      “Mana mungkin bisa ia hilang”
      “Ah hilang aneh sekali”
      “Yah ini mustahil”
     Seluruh anak murid pun langsung berbisik-bisik satu dengan yang lain. Ya kejadian ini amat aneh jelas-jelas Emily semalam sedang tertidur diruangan nya bersama Jasmine mana mungkin ia hilang. Jasmine pun sama sekali tak tau Emily berada dimana. Karena ia tidur sangat awal jadi ia tak tau Emily sedang berjalan kemana.
      Dikeributan seluruh siswa pun tiba-tiba Fran langsung mengangkat sebelah tangan nya. Semua murid pun langsung terdiam dan menujuhkan bola mata nya menatap Francesca.
      “Kau tau Emily dimana nona Ramos” Tanya Mrs.Lana.
      “Aku ingin mengatakan sesuatu dan ini..”
    “Cukup nona Ramos! Kau ingin membuat cerita gila lagi? Belum cukup kah cerita mu semalam itu” bentak Mr.John.
    “Sorry Mr.john. aku berbicara apa yang ku lihat dan ini bukan lah halusinasi ku! Dan ini juga bukan cerita gila yang kau maksud! Ku mohon dengar aku sekali aja! Mr.John! “ bentak Fran sedikit amat kesal dengan Mr.John.
      “Baiklah kau boleh katakan sekarang” seru Mrs.Lana.
      “Semalam sekitar jam 00:20 am aku mendengar suara teriakan dari luar..”
      “Sudah lah Mrs.Lana itu hanya omong kosong nya saja itu sama sekali tak masuk akal!” bentak Mr.John kali-kali.
      “Mr.John listen to me please!!!” bentak Fran.”Baiklah aku tak menyuruh kalian untuk percaya dengan apa yang ku kata kan. Tapi kalian lihat Emily tak ada disini! Sekrang terserah kepada mu Mr.John aku tak akan mengatakan hal itu lagi. Baik sekarang itu terserah pada mu” seru Fran dan pergi meninggalkan tempat itu.
       “Nona Ramos tolong kau jangan pergi” Seru Mrs.Lana.
       “Ayolah Mrs.Lana. jangan membuang waktu dengan perkataan bodoh yang Francesca katakan, itu hanya sebuah cerita gila yang ia buat Mrs.Lana! itu hanya menyia-nyiakan waktu saja! Apa kita akan dapat hasil dari cerita gila nya? Ohh ayolah Mrs.Lana be smart” seru Grace yang langsung menyemprot perkataan Mrs.Lana.
      Francesca pun langsung pergi meninggalkan tempat itu tanpa member respon sedikit pun. Ia tak peduli apa yang orang kata kan tentang diri nya. Ia hanya ingin member kebenaran namun semua orang mengujat nya. Siapa yang tak kesal diperlakukan seperti itu.





 TBC.........