“Fran ada apa “
tanya Alex yang segerah meraih Francesca.
Fran pun
langsung melihat sekeliling kamar mandi itu dan sosok yang ia lihat tadi sama
sekali tidak menampak batang hidung nya sedikit pun.
“Kau kenapa “
Tanya Alex lagi.
Francesca hanya
mengeleng pelan kepala nya,ia sama sekali tak bisa memberti tau Alex soal apa
yang ia lihat tadi.mulut nya seakan-akan dicegat oleh seseorang. Maka dari itu
ia hanya bisa berbahasa isyarat saja.
“Dasar,kenapa
kau beteriak bodo! Jika tidak ada apa-apa ” maki Grace yang amat kesal dengan perbuatan
bodo yang Fran lakukan.
Hey Grace ini
bukan perbuataan bodo atau pun mengada-ngada ini serius. Jika Grace diposisi
nya tadi ia juga bakal tidak bisa berkutip satu patah pun kata. Mungkin ia juga
akan sama dengan Francesca sekarang. Mungkin tidak ia akan pingsan saat melihat
sosok yang menyeramkan yang barusan Fran lihat. Andai saja tuhan dapat melihat
kan sosok itu lagi kepada Grace.
“Sebaiknya kita
pulang saja hari juga hampir larut malam” seru Alex.
Kedua nya hanya
bisa mengangguk pelan.
**
Sementara di halaman villa anak-anak semua sudah siap dengan
kegiataan nya masing-masing. Saat ini hari tak akan menurutkan jutaan percikan
air kebawah. Tanda nya pesta api unggun pun akan di mulai pada saat ini.
Sementara
Alicia ia sibuk dengan urusan nya yaitu disuruh untuk membuat api unggun,ini
sebagai ganti hukuman nya ahh Sial . Alicia
amat kesal karena hukuman nya tak setimpal oleh perbuataan nya. Ia selalu
memaki-maki tak jelas sambil melemparkan rating pohon ketempat dimana kobaran
api menyalah. Seharus nya hukuman nya ini tak ia lakukan sendiri melainkan
bersama Grace, karena perbuataan nya itu bukan murni kesalahan nya,tapi yahh
kalian bisa lihat guru brengsek itu masih saja melotot untuk ia lakukan hukuman
nya itu sendiri. Maka dari itu ia amat kesal karena hukuman ini amat tak
adil untuk nya.
Alicia pun
masih melepar-lempar rating pohon dengan
kasar. Ia sama sekali tak peduli jika rating pohon itu mengenai kepala
siapa pun, kalo bisa ia lakukan ia sangat ingin melepar rating pohon itu tepat
kemuka Mr yang menghukum nya itu. Tapi sayang nya Mr itu tak perna melintas
dekat kobaran api unggun . AHHH SUNGGUH SIAL BUKAN!!!! Kenapa,apa yang ia ingin
kan sama sekali tak terjadi sedikit pun.
Mungkin tidak,tuhan
tak ingin menambah dosa mu Al maka dari itu tuhan tak akan perna mengambulkan
sedikit doa jahat mu itu. Yahh itu hal yang masuk akal yang harus kau ingat Al.
“Arghh “ teriak
seorang pria dengan teriakan baritonnya.
Alicia sempat
menghentikan niat nya melepar ranting-ranting itu kekobaraan api saat mendengar
suara itu. Namun niat nya itu seakan-akan lenyap di telan bumi.
“Hey bodo,kalo kau mau melepar lihat-lihat
kesisi yang mau kau lempar” seru seorang pria yang di belakangin oleh Alicia.
Alicia
sama sekali tak perduli ia hanya menolehkan kepala nya ¼ saja.”Maaf”
“Dasar
wanita gila” maki pria itu.
Mendengar perkataan GILA dari lelaki itu
Alicia pun langsung memutarkan tubuh nya dan memadang sinis pria yang
mengatakan nya itu.”Sial, kau itu yang gila! Bodo! Sudah tau aku lagi melempar
rating kau masih saja berjalan berlengak-lenggok di depan situ” semprot Alicia
dengan penuh emosi.
“Kau ini sudah salah! pintar menyolot!”
“Hey pria astral kau tau! Jika aku salah aku
tak akan menyolot, dan kau tau ini sebaliknya maka dari itu aku menyolot” seru
Alicia sambil menatap tajam pria itu.
Tak lama
Francesca pun datang diantara macan yang senang mengamuk “Hey Al what happen?”
“Kau harus jaga
macam mu itu, kalo tidak semua orang akan di mangsa oleh nya “ tegas pria itu
sebut saja nama nya Pecco. Pria itu pun langsung pergi meninggalkan tempat
dimana ia berdiri tadi
“Hell!! You
arghhhh” seru Alicia sambil mengeretak kedua rahang nya sambil mengumpalkan
kedua tangannya.
Tak lama suara
dari Mrs.lana pun terdengar sangat lantang, ia menyuruh semua murid untuk
berkumpul di depan api unggun sekarang karena acara api unggun akan segerah di
laksanakan pada saat ini. Semua murid pun berkumpul dengan amat tertib didepan
api unggun sambil mengeluarkan semua makanan-makanan yang ingin mereka makan
sekarang.
“Kepala ku
pusing Al seperti nya aku tak akan ikut pesta ini” seru Fran sambil mecengkram
kepala nya.
“Yasudah tidak
apa-apa get well soon “ seru Alicia dengan juntaian senyum menghiasi bibir nya.
Francesca pun
langsung memasukin villa dan langsung pergi bergegas kekamarnya karena
kepalanya sama sekali tak dapat di tahan lagi. Setelah sampai disana pun ia
langsung menghempaskan tubuh nya di bed yang ada dikamar nya itu. Aneh nya saat
ia berada di kamar itu tiba-tiba kepala sama sekali tak sakit. Tapi mengapa
saat dibawah tadi kepala nya terasa seperti dihantam oleh batu sehingga terasa
sangat berat sekali.
Sungguh ini
kejadian yang sangat aneh, ia tak kuasa
untuk turun dari tangga, ia pun mengurung niat nya untuk mengikuti pesta itu.
Fran pun langsung mengeluarkan perlengkapan lukis nya. Karena ia sangat bosan
dikamar maka dari itu ia memilih untuk melukis di suasana malam di villa ini.
Ia pun meletakan semua peralatannya di depan jendela kamar nya.karena di situ
lah pemandangan yang paling indah menurut nya
Fran pun
perlahan mencoret-coret kertas putih
dengan kuas yang di beri warna bitu tua itu. Ia sedang mengambar langit yang
ada di hadapannya saat itu dengan suasana twilight yang begitu sangat indah. Ia
sama sekali belum perna melihat langit seindah ini apalagi melukis langit
dengan suasana twilight seperti ini. Jadi ini pertama kali nya ia melukis
suasana twilight dan di dampingin oleh super moon yang menerangi seluruh isi
jagat raya ini.
Coretan-coretan diatas kertas putih itu pun
telah terukir sangat indah. Mata Fran
pun langsung mengalihkan pandangan keluar jendela itu,ia melihat pemandangan di
depan nya sekarang sangat terpenuhi oleh berbagai pohon-pohon yang begitu
rindang. Maka dari itu ia akan melukis pohon-pohon itu.
Tapi,belum
sempat ia melukis pepohonan itu. Ia pun langsung menolehkan pandangannya di
salah satu pohon yang tak begitu jauh dari vila itu. Ia melihat di atas pohon
itu ada kain putih yang sedang berlambai-lambai riah. Pikir nya itu hanyalah
sebuah sepanduk atau tidak kain putih yang di sangkuti. Namun Sial nya dugaan nya itu sangat meleset.
Ternyata itu
bukan lah sebuah spanduk atau pun kain putih tapi itu adalah sesosok seorang
wanita yang sedang begelantungan dengan kepala yang di juntaikan kebawah dengan
rambut yang amat sangat panjang sampai ketanah. Sosok Wanita itu pun melihatin
Fran dengan mata yang melotot dari kejauan dan tiba-tiba wanita itu pun
melayang dari tempat ia begelantungan dan langsung pergi menujuh ke jendela
kamar Francesca. Fran pun dengan cepat langsung menutup jendelannya dan
menjatuhkan tirai nya untuk menutupi jendela yang transparan itu.
Francesca masih
terpaku di tempat ia berdiri sekarang. Ia seperti di cegat,ia sama sekali tak
bisa berteriak apalagi berlari. Jatungan berdebar sangat dahsyat dan tubuhnya
pun gemetaran tak karuan. Ia hanya bisa memaca doa di dalam hati nya. Ia sangat
menyesal memperhatikan sosok itu tadi. Andai jika ia tak melihat sosok itu maka
hal seperti ini tak akan perna terjadi di kehidupannya.
Sekarang tubuh
nya sudah mulai dapat begerak. Pikir nya mungkin itu hanya lah halusinasi nya
saja karena ia sangat lelah saat ini. Tapi itu mustahil tadi itu nyata mana mungkin
itu hanya halusinasi nya saja. Dimana pun kau berada sosok itu selalu ada di
dekat mu! Apa itu halusinasi? Itu mustahil sosok itu memang ada sekarang yahh
di dekat mu Fran, di dekat mu ia berada di sekekiling mu sekarang.
Francesca pun
masih menenangkan sejenak pikiran nya dikamar itu ia tak habis pikir kenapa
pikirannya selalu dihantuin oleh sosok wanita itu! Kenapa! Oh tuhan. Sayang nya
kejadian yang menimpah nya saat ini sama sekali tak membuat Fran pergi dari
kamar nya. Heyy What happen!!! Apa ia masih penasaran dengan sosok itu? Apa ia
masih ingin bertemu dengan sosok itu ? ahh shitt itu sangat gila!.
Fran pun
langsung beranjak mengambil air di dalam kulkas mini yang ada di kamar nya itu,
ia langsung meneguk air itu dengan sangat cepat sehingga pikirannya pun kembali
menjadi sangat normal. Saat ia berbalik dan tiba-tiba pintu kulkas itu terbuka
Fran pun langsung menutup nya kembali, mungkin ia lupa menutup nya tadi. Saat
ia melangkah menjauh dari kulkas itu dan sial
nya pintu kulkas itu terbuka lagi. Fran pun langsung menutup nya dengan
amat kasar dan langsung pergi dan tak perduli jika pintu kulkas itu kembali
terbuka.
Saat ia
merebahkan tubuh nya di kasur ia pun tak sengaja mendengar suara cekikikan
perempuan di depan kamar nya. Mungkin itu Alicia pikir nya, karena suara nya
hampir sama seperti suara Alicia. ia pun langsung beranjak dari kasur nya dan
membuka pintu dan kali-kali tak ada orang. Fran pun geram dan langsung
membanting pintu kamar nya dengan kuat. Dan suara sialan itu kembali bergemah
di depan kamar nya.
“Oh sial!!
siapa disana? ku mohon jangan ganggu aku,ini semua tak lucu” teriak Fran.
Suara wanita
itu pun semakin menyaring di dalam ruang kamar Fran. Suara cekikikan itu
seperti bermondar-mandir di suatu sisi dan pergi kesisi lain nya.
Bulu kuduk Fran
pun mulai terasa berdiri semua dan keringat dingin pun mulai membasahin seluruh
tubuhnya. Karena suara itu semakin lama semakin menyeramkan suara itu semakin
bergemah-gemah. Dengan cepat Fran pun langsung pergi membuka pintu dan langsung
bergegas menuruni tangga. Namun saat ia menurunin 2 buah anak tangga ternyata ada
sosok yang amat menyeramkan lagi yang sedang mau naik menujuh keatas. Yaitu
seorang pria yang sedang memegang kepala nya yahh bisa di bilang hantu kepala
buntung.
Sontak Fran
langsung naik lagi menujuh kamar nya. Ia tak tau lagi mau lari kemana, jika ia
ke bawah maka ia bertemu dengan hantu itu dan jika tidak ia tak tau akan jadi
petakah apakah di kamar nya ini. Dia buruh-buruh menelpon Alicia namun Alicia
tak mengangkat telpon nya sama sekali. Fran pun langsung berbaring dikasur nya
dan menutup seluruh tubuh nya dengan selimut.
“Oh tuhan apa
yang harus ku lakukan? Apa ini hanya halusinasi ku saja atau ini nyata? Oh
tuhan ku mohon hapus semua makhluk gaib itu di dalam pikiran ku, ku mohon aku
tak sanggup lagi tuhan.” Seru nya dalam hati sambil mencengkram bibir selimut.
Setelah 20
menit kemudian perasaan nya sudah mulai sedikit tenang. Tetapi seperti ada
janggalan yang berada di langit-langit ruangan itu, Fran masih tak mau membuka
selimut nya. Ia masih saja menahan diri nya di bawah selimut itu. Namun jika ia
tak beranjak pergi maka nanti akan ada suatu yang sial lagi baginya. Dengan
perasaan yang was-was ia pun perlahan menurunkan bibir selimut sedikit demi
sedikit. Dan hasil nya tak ada apa-apa.
Yahh untung lah
tuhan mendengarkan doa nya sekarang. Ia pun dengan cepat langsung membuang
selimut itu kesembarang tempat saat seperempat ia berjalan menujuh pintu tak
lama ada sebuah cairan yang jatuh tepat di bahu sebelah kanan nya. Ia pun
langsung memegang cairan itu dan ternyata itu DARAH?? Yahh itu darah!!. Fran
pun langsung menoleh ke langit-langit kamar dan sosok wanita itu sedang melekat
di langit-langit ruangan kamar nya.
“Ahhhhhhhhhhhhhhhh” teriakan baritonnya. Ia pun langsung bergegas cepat
menujuh anak tangga dan menurunin nya sambil tergesa-gesa. Dan tak sengaja ia
pun menambrak seseorang yang tengah melintas di hadapannya.
BRUKK
“Oh tuan hantu
ku mohon maafkan aku ku mohon jangan ganggu aku”
“Hantu?? Aku
manusia bukan hantu tega sekali kau” seru pria itu sedikit sinis.
Fran pun
langsung menongkak kepala nya keatas dan ternyata itu bukan hantu.”Maa-aa-f ku
kira kau”
“Ah sudah
lupakan. Kau melihat hantu dimana? “ seru pria itu berbisik.
“di ruangan ku”
seru Fran.
“Kau tak
berbohong bukan? “ seru pria itu sediiikittt memberikan senyuman jailnya.”Kau
yakin itu hantu?” Tanya nya lagi dengan ekpresi muka ketakutan.
Francesca hanya
mengangguk pelan.
“Mari kita
beritahu kepada guru-guru yang lain,sebelum semua nya menjadi hal yang fatal”
seru Rins sambil menarik tangan sebelah kanan Fran.
Mereka berdua
pun langsung pergi keluar dan mencari guru pembimbing nya segera. Untuk
memberitau kejadian yang di alami oleh Francesca saat ini. Fran pun langsung
menceritakan sosok apa yang telah ia lihat akhir-akhir ini, ia mengatakan bahwa
sosok wanita it uterus menghantuinnya setiap saat.
Saat Fran
menceritakan semua kejadian yang di alami nya saat ini sial nya guru pembimbing mereka tak mempercayai hal itu. Ia
beranggapan bahwa Fran memiliki imajinasi yang sangat tinggi sehingga dapat
membuat cerita yang amat meyeramkan itu. Fran sudah beberapa kali mengatakan
hal itu supaya guru nya percaya, tapi guru itu tetap saja menyangkal apa yang
Fran kata kan kepadanya.
“Sebaik nya kau
tidur nona Ramos mungkin kau sedang mengantuk saat ini” seru Mr. John kepada
Fran sambil mengeleng-geleng kepala.
“MR.John ku
mohon percaya lah. Aku sudah cukup banyak beristirahat saat ini. Tak mungkin
aku…”
“Nona Ramos
pergi lah cerita mu itu sangat tak bisa membuat ku percaya, maaf” seru Mr.John
sambil mengisyaratkan Francesac untuk pergi dari hadapannya.
Ternyata usaha
ia hanya sia-sia saja Mr.John sama sekali tak mempercayainya sedikit pun. Fran
sudah lelah memberitau nya berkali-kali dan tetap saja hasil nya sama seperti
sebelum nya. Ohhh Mr.john ia tak sedang bercanda Mr.john ,atau pun ingin
membuat cerita horror itu sama sekali tidak pleaseee believe that.
Jarum jam pun
sudah menunjukan pukul 00:00 am. Dan tanda nya pesta itu sudah berakhir. Semua
anak pun berhamburan untuk pergi keruangan kamar mereka masing untuk merebahkan
tubuhnya yang sudah setengah daya itu.
“Al kau sudah
tidur” Tanya Fran pelan.
“belum” seru
nya hangat. Tapi mata nya tertutup sangat rapat ahh dasar!!!
“Aku ingin menceritakan sesuatu”
“hmm
Apa?”
Fran pun menghirup
nafas panjang sejenak lalu membuang nya perlahan-lahan dari mulutnya. Ia pun
langsung menceritakan hal yang tadi ia cerita kan kepada Mr.John. Ia berharap
Alicia sama sekali tak mengatakan hal yang sama seperti Mr.John saat tadi ia
ceritakan keluhan nya.
“Jadi bagaimana?
Apakah itu sebuah cerita horror menurut mu Al? atau tidak kau punya maksud yang
lain dari apa yang ku ceritakan tadi? Menurut mu itu masuk akal tidak? Menurut
mu apakah aku sedang mendongekan hal gila kepada mu. Aku hanya ingin tau
pendapat dari setiap orang Al “ seru Fran sambil memain-mainkan jerami nya yang
jenjang itu.
Tapi kepada ia
sama sekali tak mendapat respon dari teman nya itu?
“Al…”
Ia pun langsung
menoleh sebelah kiri bawah dan ternyata Alicia sedang tertidur sangat pulas
sekali. Jadi yang ia ceritakan tadi itu Alicia sama sekali tak mendengarnya?
Pantas saja setiap perkataan nya tadi Alicia tak protes sedikit pun atau
memotong nya. Karena setiap Fran menceritakan hal aneh ke dia. Ia selalu
langsung menyemprot perkataan nya Fran. Ohh tuhan Aliciaaa!!!!!
“Dasar!! “ cibir
nya sambil mengalih pandangan ke langit-langit kamar.
Saat Fran memperhatikan langit-langit kamar
nya itu. Ia melihat sebuah coretan berwarna merah darah di langit-langit kamar
nya itu. Ia pun berusaha membaca tulisan itu semampu nya dan pada akhir nya
tulisan itu menampakan seluruh kejutannya di mata Fran. Dan tulisan itu seperti
ini “THE DARKNESS BETWEEN OF YOU
”. Fran pun mencoba mengusap kelopak
matanya itu dan berusaha membaca sekali lagi tulisan itu dan memang tulisan itu
mengatakan seperti itu.
Dan tiba-tiba
seluruh lampu diruangan itu berkedap-kedip dengan sangat cepat seperti ada yang
memainkan saklar lampun nya. Suasana dingin pun mulai menjalar keseluruh tubuh
Francesca. Ia amat gemetaran dan jantungan terasa seperti di sengat oleh ribuan
penyengat rasa nya amat berdebar dengan dashyat. Fran pun berusahan menarik
Alicia dan membangunkan nya namun Alicia tak sedikit pun menyadarkan diri nya.
Ia sangat nikmat sekali tertidur.
Fran pun
langsung menutup seluruh tubuh nya dengan selimut. Ia tidak mau sedikit pun
melihat keluar dari selimut. Ia takut kejadian tadi menimpah nya lagi maka dari
itu ia menguruh diri nya kedalam gumpalan selimut tebal. Saat ia ingin
menyampingkan tubuh nya itu ia sangat merasakan beban yang menimpah nya saat
ini. Kalian pasti tau maksud nya seperti apa bukan? Yahh biasa orang pada zaman
dahulu bilang kejadian ini yaitu ditindih oleh makhluk halus.
Fran pun sama
sekali tak bisa mengerakan seluruh tubuh nya,baik itu jarinya sekali pun ia
sama sekali tak bisa mengerakan nya sedikit pun tubuh nya terasa seperi lumpuh
total. Ia pun mencoba berteriak, ia
yakin teriakan nya itu sangat kuat sekali tapi sayang teriakan nya itu tak
dapat keluar dari ronggah mulut nya melainkan teriakan itu hanya ada di dalam
hati nya.
Ia pun melihat
bayangan sekilas dari pantulan selimutnya itu. Yaa kali-kali sosok aneh lagi
yang ia temukan. Kali ini sosok itu bukan berupa wanita atau pun seorang pria
yang memegang kepala nya. Tapi sosok manusia seperti sebuah binatang? Yaaaa manusia
bertampang binatang. Seluruh tubuh sosok itu sangat terpenuhi oleh buluh-buluh
berwarna hitam pekat yang amat tebal sekali. Sosok itu sekarang sedang menimpah
seluruh tubuh Fran. Ia pun mencoba membaca-baca doa didalam hati nya ia tak
bisa melakukan apa-apa lagi. Dan untung nya tuhan masih amat sayang dengan nya
sosok itu tiba-tiba lenyap di telan bumi.
Dan sial nya
lagi setelah sosok itu hilang tiba-tiba ada suara jeritan perempun di luar
sana. Fran sangat kenal dengan suara itu. Suara itu seperti suara Emil, Fran
pun langsung bergegas membuka jendela kamar nya dan melihat suasana diluar
sana. Disana terlihat Emily seorang diri tengah berjalan menujuh hutan yang
tadi siang ia kunjungin.
“Hey Emily ??
what you doing “ teriak Fran amat kencang.
Sama sekali
Emily tak mendengar teriakan bariton dari mulut Fran. Ia masih saja berjalan
dengan santai dan pandangan nya menghadap kedepan terus tanpa menoleh kearah
kanan mau pun kiri. Ia tampak seperti di hipnotis oleh seseorang untuk memasukin
hutan itu. Tapi siapa ?
Fran pun terus
menerus berteriak kearah Emily dengan sekuat tenaga nya dan tiba-tiba lampu
diruangan Fran pun padam. Astaga hal apa lagi ini permainan seperti apa ini?
“Sial” gumam
nya. Ia pun langsung melihat lagi kearah luar jendela dan Emily sudah tiada
jejak nya lagi. Fran berusaha mencari nya disetiap semak-semak hutan dan sama
sekali ia tak menemukan sosok Emily.
Apa kah itu
hanya halusinasi nya saja? Yaa Fran pun berpikir itu mungkin hanya halusinasi
nya saja. Betapa bodoh nya kah ia beranggapan bahwa Emily keluar dari villa
ini. Itu sangat tak masuk akal Mr.john setiap malah selalu menunggu dip agar
villa itu. Jadi mana mungki kalau Emily bisa keluar.
Sekarang ruangan
Fran amat gelap gulita ia tak dapat melihat apa pun di ruangan itu. Dan salah
nya, ia lupa menyimpan ponsel nya kemana jadi ia pun bergagap-gagap menujuh
kekasur nya. Fran pun hanya bisa pasrah dengan keadaan yang menimpanya saat
ini. Ia pun langsung menhempaskan tubuh nya di kasur.
Saat Fran ingin
menutup mata nya tiba-tiba seseorang sedang berjalan menujuh nya. Yaaa itu
seperti nya Alicia yang sedang takut kegelapan dan ingin tidur satu tempat
tidur bersama Fran. Fran pun membiarkan Alicia tidur bersama nya. Tapi aneh nya
kenapa Alicia tak berbaring melainkan tengkurap sambil menompang wajah nya
memandangi Fran?.
“What? kenapa
kau memandangi ku seperti itu?? Kau tak tidur?” Tanya Fran.
Ia sama sekali
tak menjawab pertanyaan Fran melainkan ia hanya mengeleng pelan kepalanya. Dan
ia masih teteap menompang wajah nya menatap Fran.
“Baiklah aku
tidur dulu Al” seru Fran sambil menarik selimut nya sampai kedadanya.
Dan ia hanya
mengangguk pelan saja.
Fran sempat
heran mengapa Alicia tak merespon pertanyaan nya satu pun? Padahalkan Alicia
sangat hobi dalam berbicara baik itu penting mau pun tidak penting sekali pun
ia akan menjawab semua pertanyaan nya di lontarkan oleh nya. Tapi kenapa sekarang
ia! Oh sudah lah itu amat tak penting. Fran pun langsung memejamkan mata nya
dan langsung menembus alam mimpi nya.
***
Matahari pun sudah menunjukan sekujur tubuh nya ke alam ini
dengan sinar nya yang begitu menyekat bola mata saat melihat nya . Dengan
tiupan angin yang sangat mesrah itu pun sangat meghangatkan suasana dikota ini.
Ini hari ketiga dimana mereka telah menepati kota ini. Namun di hari ke tiga ini
ada kejadian yang sangat aneh sekali. Semua murid pun di paksa untuk berkumpul
di halaman villa itu.
“Ada apa
Mr.john kau memanggil kami semua kesini” seru Pecco yang masih
mengambang-ngambang.
“Iya menganggu
orang tidur saja “ cibir Rins sambil mengecak-ngecak mulut nya.
“Ini adalah
soal genting Pecco Rins” seru Mr.John tegas.
“Soal genting
apa yang kau maksud? Apakah celana dalam mu hilang saat dijemur?” seru Pecco
yang membuat lelucon sehingga semua murid tertawa mendegarnya.
“SHUT UP !! tuan Bagnaia! “ tegas Mr.John
dengan seluruh wajah nya terpenuhi oleh amarah.”Baiklah Mr mengumpulkan kalian
disini adalah Mr mau bertanya apakah salah satu dari kalian melihat Emily?
Karena Emily sekarang ia tak ada di villa ini” seru Mr.John khawatir.
Semua mata
mereka pun langsung terbelalak mendengar ucapan Mr.John barusan.
“Mana mungkin
bisa ia hilang”
“Ah hilang aneh
sekali”
“Yah ini
mustahil”
Seluruh anak
murid pun langsung berbisik-bisik satu dengan yang lain. Ya kejadian ini amat
aneh jelas-jelas Emily semalam sedang tertidur diruangan nya bersama Jasmine
mana mungkin ia hilang. Jasmine pun sama sekali tak tau Emily berada dimana.
Karena ia tidur sangat awal jadi ia tak tau Emily sedang berjalan kemana.
Dikeributan seluruh siswa pun tiba-tiba Fran
langsung mengangkat sebelah tangan nya. Semua murid pun langsung terdiam dan
menujuhkan bola mata nya menatap Francesca.
“Kau tau Emily
dimana nona Ramos” Tanya Mrs.Lana.
“Aku ingin
mengatakan sesuatu dan ini..”
“Cukup nona Ramos!
Kau ingin membuat cerita gila lagi? Belum cukup kah cerita mu semalam itu”
bentak Mr.John.
“Sorry Mr.john.
aku berbicara apa yang ku lihat dan ini bukan lah halusinasi ku! Dan ini juga bukan
cerita gila yang kau maksud! Ku mohon dengar aku sekali aja! Mr.John! “ bentak
Fran sedikit amat kesal dengan Mr.John.
“Baiklah kau
boleh katakan sekarang” seru Mrs.Lana.
“Semalam sekitar
jam 00:20 am aku mendengar suara teriakan dari luar..”
“Sudah lah Mrs.Lana
itu hanya omong kosong nya saja itu sama sekali tak masuk akal!” bentak Mr.John
kali-kali.
“Mr.John listen
to me please!!!” bentak Fran.”Baiklah aku tak menyuruh kalian untuk percaya
dengan apa yang ku kata kan. Tapi kalian lihat Emily tak ada disini! Sekrang
terserah kepada mu Mr.John aku tak akan mengatakan hal itu lagi. Baik sekarang
itu terserah pada mu” seru Fran dan pergi meninggalkan tempat itu.
“Nona Ramos
tolong kau jangan pergi” Seru Mrs.Lana.
“Ayolah
Mrs.Lana. jangan membuang waktu dengan perkataan bodoh yang Francesca katakan,
itu hanya sebuah cerita gila yang ia buat Mrs.Lana! itu hanya menyia-nyiakan
waktu saja! Apa kita akan dapat hasil dari cerita gila nya? Ohh ayolah Mrs.Lana
be smart” seru Grace yang langsung menyemprot perkataan Mrs.Lana.
Francesca pun
langsung pergi meninggalkan tempat itu tanpa member respon sedikit pun. Ia tak
peduli apa yang orang kata kan tentang diri nya. Ia hanya ingin member
kebenaran namun semua orang mengujat nya. Siapa yang tak kesal diperlakukan
seperti itu.
TBC.........
TBC.........

Grace minta digetok emang :v aku masih penasaran, siapa Alex sebenarnya. Dan kejadian Fran yg ketindahan makhluk aneh, seperti kejadian yg terjadi di masyarakat. Next chap ya :)
BalasHapuslntas emily kmn?
BalasHapuslanjut dek bro.....
lntas emily kmn?
BalasHapuslanjut dek bro.....