hello aku balik lagi dengan FF ku yang horror ini (mungkin),yasudah aku gak mau banyak bicara dan maaf sebelum nya jika cerita nya kurang bagus,geje,DLL dan maaf juga jika ada typo maklumin saja saya juga seorang manusia yang selalu memiliki kesalahan.oke untuk semua Happy Reading!!!!
"Fran apa yang kau lamunkan?" tanya heran alicia sambil memukul pundak teman nya itu.
"Aku..aku tidak melamun,aku hanya melihat pepohonan yang ada diluar sana" seru Fran mengelak.
Alicia pun menarik nafas nya dalam-dalam"Sebaiknya kau ikut dengan ku" seru Alicia.
Fran pun memasang muka bertanya-tanya"kemana?".
"Melaksanakan hukuman ku Fran" seru Alicia geram.
Fran pun memukul pelan jidatnya"Astaga aku lupa sorry ya Cia, yaudah apa yang harus ku lakukan?" seru Fran sambil memasang muka bersemangat.
"Tadi aku bertemu dengan Mr.Joan,dia menyuruhku untuk mengambil ranting pohon untuk nanti malam buat api unggun" seru Alicia kesal "sungguh menyebalkan bukan? dasar tuh guru berengsek!! hukuman seperti apa itu " maki Alicia.
Fran pun hanya bisa terkekeh melihat teman nya yang ngomel-ngomel gak jelas"Yasudah jika kau marah-marah seperti ini hukuman mu tak akan selesai Cia,ayo kita selesaikan hukuman mu" seru Fran.
"Baiklah...baiklah,aku hanya sedikit kesal melihat nya dia itu memanfaatkan keadaan Fran,aku kesal dengan nya aku ingin membunuh nya,sayang saja membunuh itu dosa jika tidak akan ku bunuh dia,arghhh andai aku punya sihir aku akan menyihir nya menjadi pantung atau tidak menjadi pohon,dinding atau pun hewan " seru Alicia.
Fran pun menghebusakan nafas nya dengan kasar"Sudah? apa kau ingin marah lagi?" seru Fran.
"Apa maksud mu ?" tanya Alicia
"Dari tadi kau marah-marah terus tanpa berhenti,jadi aku bertanya apakah kau ingin marah lagi? jika ingin marah lah dulu " seru Fran sambil melipat kedua tangannya.
Alicia pun terdiam sejenak"Kurasa tidak" seru nya.
"Kau yakin? jangan sampai nanti saat mencari ranting kau ngomel,kau tau cia aku pusing mendengar nya" seru Fran.
"Iya aku janji maaf" seru nya.
Mereka berdua pun keluar dari villa dan langsung menelusuri hutan yang tak jahu dari villa itu untuk mencari ranting-ranting pohon,tampak nya hari ini sangat begitu mendung seperti nya bakal ada badai yang menghampiri kota tersebut.Angin-angin yang bertiup kencang itu pun membuat semua dedauan yang ada di hutan tersebut menari-nari dan berguguran seakan-akan seperti musim semi.
**
"Astaga dingin sekali udara nya" seru Pecco sambil mengusap-ngusap tangan nya.
"Tampaknya nanti malam akan ada badai" seru Rins sambil meniup-niup tangannya.
"Jangan sampai jika badai melanda habisan acara api unggun nanti malam" seru Pecco.
"Eh Rins kau sadar tidak ada orang..." seru Pecco yang belum selesai berbicara dan Rins pun langsung menyambarnya "Kau ini apa-apaan hah?" seru Rins gemetaraan."Kau jangan berbicara sembarangan jika ada bagaimana? kau tau ini tempat seperti sarang setan" seru Rins lagi.
"Eh Rins kau berbicara apa hah?" tanya Pecco heran.
"Kau itu yang berbicara apa? jelas-jelas tidak ada orang selain kita" seru Rins.
"Kau sakit atau apa ?" tanya Pecco sambil megang-megang muka Rins."Aku berbicara lain kau menjawab lain" seru Pecco semakin heran melihat teman nya itu.
"Kau bilang tadi ada orang" protes Rins.
Pecco pun mendengus"Maksud ku ada orang yang kita tinggalkan di bus,maka nya jika aku bicara kau jangan langsung menyambar seperti petir" seru Pecco kesal.
Rins pun mikir sejenak"Orang siapa?" batin nya bertanya-tany "Astaga Alex mampus,kita bisa di jadiin sate sama dia astaga!!" Seru Rins sambil nepuk jidat nya.
"Bagaimana kita ke bus" ajak Pecco.
Tak lama terdengar suara seorang pria dari belakang mereka"Telat" seru nya.
Sontak mereka pun langsung menoleh kesumber suara "Eh Alex" seru mereka berdua sambil nyegir-nyegir gak jelas.
"Alex maaf ya kita kelupaan bener deh,iya kan Rins" seru Pecco sambil nyenggol-nyenggol tangan Rins.
"Iya lex maaf ya"seru Rins
Alex pun menghembuskan nafas berat miliknya"Yasudah lupakan" seru nya sambil pergi mengninggalkan kedua temannya itu.
"Mau kemana tuh orang" tanya Rins sambil memperhatikan alex berjalan.
"Entah lah " seru Pecco
"Co,saran ku bagaimana kita pergi dari hutan ini,perasaan ku tak enak seperti ada yang melintas di belakang kita tadi" seru Rins yang membuat bulu kuduk Pecco merinding.
"Kau ini berbicara apa hah? maka nya jangan kebanyakan nonton film horror" seru Pecco sambil menyembunyikan rasa takut nya.
"Aku serius,aku tak sedang bercanda Co" bisik Rins.
Pecco pun langsung melihat sekeliling hutan itu. "Tak ada apa-apa" Seru nya.Tak lama sesuatu benda keras terlempar ke arah Pecco, lemparan itu sangat keras sekali sehinggaa terkenak kepalanya. "Sial, Rins jika kau ini menakuti ku tidak gini cara mu bodo,kau tau rasa nya sakit" seru Pecco sambil mengusap-ngusap kepala nya.
"Apa yang kau bicarakan?" tanya Rins heran.
"Sudah jangan bersikap bodo kau,aku tau kau kan yang melemparkan batu kearah ku" seru Pecco.
"Demi Tuhan bukan aku,kau tau sendiri aku dari tadi disamping mu bodo!" protes Rins.
"Jadi yang melemparku...." Tanya nya gemetaraan.
Rins pun mengeleng kepala nya sambil gemetaraan juga."Kan benar kata ku kau tak per"
"Hantu" teriak nya Pecco sambil berlari meninggalkan Rins ditempat itu.
"Co. tunggu "teriak nya sambil berlari menyusul Pecco.
**
"Fran,,,kurasa sudah cukup" seru Alicia sambil membawa ranting-ranting pohon yang di dapatnya sehingga muka nya tak terlihat sama sekali.
"Fran,kau disana" seru nya "Kemana wanita itu?tak ada suara sedikit pun keluar,Fran kau disana?" tegas nya lagi "Francesca kau mendengar ku tidak?" kali ini suara Alicia begitu lantang karena dia sangat kesal akibat pembicaraan nya tidak ada di respon sama sekali oleh teman nya.Alicia pun langsung memjatuhkan semua ranting yang di pegang nya itu,dia langsung melihat di sekeliling hutan memang Fran sedang tak ada di situ entah kemana lah wanita itu dan kapan ia menghilang.
"Dasar! pantas saja dia tak menjawab ternyata dia tak ada disini,kemana wanita itu ya Tuhan Fran kemana diri mu" seru Alicia dia pun langsung meninggalkan semua ranting-ranting yang di pegang nya tadi dan ia langsung bergegas mencari teman nya itu.
**
"Hey,siapa anda" tanya Fran kepada seorang wanita yang sedang membelakangi dia.Wanita itu sama sekali tak menjawab pertanyaan dari Fran. "Apa kau wanita yang tadi ku lihat di dekat pohon itu?" tanya nya lagi. Wanita itu pun tetap saja tak menjawab pertanyaan dari Fran. "Hey,aku berbicara dengan kau,kau tak mendengar ku?" tanya Fran lagi.
Wanita misterius itu pun langsung pergi meninggalkan Francesca.Fran pun langsung mengikuti wanita itu dari belakang ,wanita itu langsung langsung memasuki sebuah rumah yang ada di tengah-tengah hutan itu.Rumah itu terlihat angker karena banyak sekali tumbuhan liar yang menempel di dinding rumah itu dan ranting-ranting pohon yang berserakan dimana-mana bahkan rumah itu sangat kusam sekali karena tak ada warna yang mencolok dari rumah tersebut.
"Wanita itu tinggal disini? rumah ini sangat tak layak menurut ku,berani sekali wanita itu tinggal sendiri disini apa dia tak takut "batin Francesca sambil melihat-lihat sekeliling rumah itu.Tak lama seorang menepuk pelan bahu Francesca sontak hal itu membuat Fran kaget dia pun langsung menoleh cepat kearah orang yang menepuk bahu nya itu.Fran pun melihat sosok seorang nenek-nenek yang sangat dan sangat tua sekali bahkan tubuhnya sangat bongkok sekali,Fran sedikit takut dengan nenek itu karena nenek itu terlihat seram.
"Apa yang kau lakukan disini" tanya nenek tua itu kepada Fran.
"Aku,,aku,,,aku sedang mencari ranting pohon" seru Fran gemetaraan.
"Bagaimana bisa kau sampai disini? siapa yang membawa mu kesini" tanya nenek itu lagi sambil memasang muka misteriusnya.
"Aku tadi melihat seorang gadis ,aku mengikutinya sampai kesini dan pada akhir nya aku menghentikan langkah ku karena gadis itu memasuki rumah itu" seru Fran.
"Gadis? bagaimana sosok gadis itu?" tanya nya.
"Aku tak melihat nya dengan jelas karena dia membelakangi ku" seru Fran
"Apakah sosok gadis itu seperti ini" seru nenek tua itu sambil menarik kulit yang ada di muka nya itu dengan kaca yang begitu tajam sehingga isi daging itu terlihat jelas.
"Ahhhhh" teriak Fran dia pun langsung lari terbirit-bitir tanpa melihat apa yang di tambrak nya.tak sengaja dia menambrak seorang yang ada di depan nya sontak orang itu pun langsung terjatuh.
"Pergi kau jangan bunuh aku ku mohon jangan bunuh aku ku mohon"seru Fran sambil memukul-mukul tubuh orang itu tanpa melihat sosok nya.
"Hey..hentikan apa yang kau lakukan? siapa yang mau membunuh mu ah?" terdengar suara seorang pria tampaknya sedikit kesal pria itu langsung memegang kedua bahu Fran.
Fran pun langsung membuka mata perlahan"Kau,aku,,aku" seru Fran.
"Apa maksud mu tadi? siapa yang mau membunuh mu?" tanya Pria itu penasaraan sambil melihat sekelilingnya.
Fran pun langsung menoleh kearah belakang dan langsung melihat dengan cepat disekeliling tempat itu dengan nafas yang tak beraturan.
"Siapa yang kau cari?" tanya nya.
"Ah tidak" seru Fran.
"Oww iya kita belum kenalan,siapa nama mu" tanya Pria itu.
"Aku Francesca, aku pergi dulu ya bye"seru Fran yang langsung pergi begitu saja.
"Kenapa wanita itu? tampaknya dia ketakutan,apa yang sedang di lihatnya? dasar semua wanita aneh dan sulit untuk di tebak" batin pria itu sebut saja nama nya Alex.
**
"Nah ini dia orang yang ku cari tadi" seru Alicia sambil mencegat perjalanan Fran. "Fran darimana saja kau ah? aku lelah mencari mu" seru Alicia begitu kesal.
"Cia sebaiknya kita ke villa sekarang" ajak Fran
"Tidak,,,tidak kau jawab dulu pertanyaan ku,darimana saja kau ah?" tanya Alicia lagi.
"Aku akan cerita semua nya Cia,sekarang kita ke villa dulu" seru Fran.
"Oke baik lah" seru Alicia.
Mereka berdua pun langsung pergi bergegas ke villa,sesampai disana Fran langsung menceritakan apa yang di lihat nya tadi,tapi tampak nya Alicia tak mempercayai hal itu karena pikir nya setan itu tidak ada itu hanya halusinasi manusia saja.
"Aku mohon kau percaya Cia, aku berbicara apa ada nya aku tak perna berbohong kau tau sendiri bukan" seru Fran.
"Tapi Fran kurasa itu hanya halusinasi mu saja,kau kan seorang pelukis jadi menurut ku itu hanya imajinasi mu saja" seru Alicia.
"Baiklah jika kau tak percaya besok aku akan membawa mu ketempat itu bagaimana?" tanya nya.
"Oke" seru Alicia.
Pukul 18:00 pm.Malam ini sangat begitu dingin sekali karena badai yang dahsyat sedang melanda kota ini,hujan yang begitu deras,angin yang bertiupan kencang dan di sertai dengan petir yang selalu memancarkan sinar nya di setiap menit.Angin-angin yang masuk dari ventilasi itu membuat seluruh gorden yang ada di villa tersebut berterbangan kemana-mana.Semua murid pun menyarankan untuk tidur saja karena hari yang begitu dingin ini,semua pergi bertebaran kekamar mereka masing-masing.
"Cia apa kau sudah mau tidur?" tanya Fran.
Alicia pun menguap sejenak "Jelas,kau tau aku sangat lelah mencari mu tadi" seru Alicia sambil menghempaskan tubuhnya di kasur tipis.
"Yasudah tidur lah" seru nya.
"Kau tak tidur?" tanya Alicia.
"Aku belom ngatuk " seru nya.
"Yasudah kalo begitu " seru Alicia yang langsung menarik selimut nya dan pergi tidur.
Fran pun membuka ponsel nya dan langsung menghubungi kakak nya. "Hallo kak,apakah kau sudah tidur?" tanya nya.
"Tidak,bagaimana liburan mu menyenangkan?" tanya nya di sebrang sana sambil menjawab dengan lesu.
"Sedikit kak,yasudah kurasa kak Jorge lelah sebaiknya sudah dulu besok aku akan menelpon mu lagi,sampai jumpa kak G.nite" seru Fran.
"Baiklah G.nite too have nice dream " seru Jorge di sebarang sana.
Setelah menutup panggilan itu Fran pun langsung melemparkan ponsel nya ke kasur dan pergi untuk tidur.Setelah beberapa menit Fran menutup mata nya tak lama terdengar suara seperti orang yang berjalan di tangga,tampaknya sangat ramai sekali orang-orang diluar sana,Fran pun langsung membuka lagi mata nya.Apakah semua nya belum tidur? apa yang dilakukan nya dimalam hari ini? batin Fran terus bertanya-tanya.Pada akhir rasa penasaraan nya itu pun membuat ia langsung pergi bergegas keluar untuk melihat siapa saja yang ada diluar.Pelahan Fran pun membuka knop pintu itu dan membuka pintu nya selebar mungkin dan ternyata tak ada seorang pun diluar sana semua nya sepi dan sunyi,Fran pun langsung melihat kekanan dan kekiri dan memang tidak ada seorang pun diluar sana,Fran pun terdiam sejenak di depan pintu mungkin pikir nya ini hanya halusinasi nya saja Fran pun kembali menutup pintu .Dan tak sampai semenit kemudian saat Fran memutup pintu kamar nya suara orang berjalan di tangga itu pun kembali berkumandan lagi,Fran yang masih berdiri di belakang pintu itu pun langsung segerah membuka kembali pintu kamar nya dan melihat keluar dan hasil nya sama seperti tadi tak ada seorang pun diluar sana kali ini jantung Fran
berdetak sangat kencang ia pun langsung bergegas menutup pintu kamar nya itu dengan perasaan yang gemetaraan.Lagi-lagi suara itu pun terdengar lagi kali ini suara nya tidak begitu keras dari yang sebelum nya,seperti dikatakan orang dulu jika suara nya dekat maka dia jauh,dan jika suara nya jauh maka dia akan dekat.Fran pun berusaha melihat ketiga kali nya apa kah ada orang atau tidak,dia pun langsung membuka pintu kamar nya dan.......
to be continued.................

Tidak ada komentar:
Posting Komentar